oleh

Di Rakornas PDIP, Jokowi dapat Kenang-kenangan Jaket Milenial dari Megawati

-Berita Terkini, Kronik-22 kali dibaca

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan jaket pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PDIP, di Kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (1/9/2018). Jaket ini sebagai bentuk tampilan milenial.

“Pada kesempatan tadi bu Megawati memberikan kenang-kenangan buat pak Jokowi, tampilan milenial,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristyanto.

Hasto mengatakan Jokowi juga mencoba jaket milenial ini. Selain jaket Mega juga memberikan kaus, topi dan tas.

“Seragam PDI Perjuangan berupa jaket dan beberapa aksesoris dan lalu pak Jokowi mencoba menggunakan aksesoris dan jaket model milineal tadi,” jelas Hasto.

Jaket milenial ini juga tampak dikenakan Jokowi saat keluar meninggalkan rakornas. Jaket ini berwarna merah dengan list putih di pundak hingga tangan.

Kepala Kantor Staf Kepresiden (KSP) Moeldoko juga turut mendampingi Jokowi saat menghadiri rakornas di DPP PDIP.

Di Rakornas dalam rangka konsolidasi persiapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2019 itu, Moeldoko minta kader PDI Perjuangan untuk membantu menjawab kritik yang mengarah kepada Presiden Jokowi. Contohnya, kritik ihwal pembangunan.

“PDI Perjuangan harus bisa memberikan penjelasan di masyarakat, bahwa pembangunan infrastruktur di berbagai daerah itu tidak semata fisik saja,” kata Moeldoko.

Menurut Moeldoko, kritik yang menyebut bahwa pembangunan oleh Jokowi hanya berorientasi secara fisik saja, berasal dari cara pandang yang sempit.

Sebagai contoh, terang Moeldoko, pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) turut membangun budaya antre dan tertib.

Selain menjawab kritik, Wakil ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin itu juga meminta PDIP memberikan sejumlah gebrakan kebijakan Jokowi. Salah satu gebrakan itu, ujar Moledoko, terkait upaya Jokowi dalam mengentaskan kemiskinan.

“Dengan berbagai program seperti 92,2 juta KIS, 9,4 juta PKH, 3 juta bantuan pangan non tunai, 6,4 juta sertifikat, 1,7 juta lahan diberikan izin pengelolaan untuk rakyat miskin dalam program kehutanan sosial,” urainya. (goek)