oleh

Di Pilgub Jatim, PDIP Surabaya Tetap Targetkan Kemenangan 80 % Suara

SURABAYA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan, pihaknya tetap menargetkan 80 persen suara kemenangan bagi pasangan cagub-cawagub yang diusung PDIP di Pilgub Jatim 2018.

Target itu tidak berubah, meski pasangan calon gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sudah bukan lagi Abdullah Azwar Anas, melainkan diganti Puti Guntur Soekarno.

Taget suara 80 persen itu digelorakan sejak Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) beberapa waktu lalu, yang saat itu dihadiri Gus Ipul-Anas. “Target kita tetap,” kata Whisnu, kemarin.

Politisi yang juga Wakil Wali Kota Surabaya ini optimistis target suara untuk pasangan yang juga diusung PKB, PKS, dan Gerindra ini bisa terpenuhi serta memenangi suara di Kota Pahlawan.

“Tidak ada masalah pergantian itu. Kita tetap optimis menang, malah kita berusaha mendulang suara sebanyak-banyaknya,” tegasnya.

Untuk merealisasi target suara 80 persen, PDI Perjuangan Surabaya menyiapkan 10 ribu kadernya yang akan ditempatkan di tiap TPS masing-masing dua orang sebagai saksi.

Sementara itu, Saifullah Yusuf mengatakan, bersama Mbak Puti dia tetap akan meneruskan program Gubernur Soekarwo. Meski begitu, akan ada juga tambahan program baru.

Program baru tersebut ada 9. Di antaranya program pemberdayaan perempuan, peningkatan usaha kecil menengah, peningkatan lapangan kerja sektor pertanian, infrastruktur pendidikan dan keterampilan serta mengutamakan program layanan masyarakat di desa.

“Kita harus berubah karena tantangan kita semakin kompleks tetapi basisnya adalah capaian selama 10 tahun terakhir. Pakde sama saya suka kerja bersama ada prestasi-prestasi. Yang prestasi-prestasi ini akan kita jaga dan pelihara, sementara yang belum yang kurang kita harus lakukan perubahan-perubahan,” kata Gus Ipul di Sidoarjo usai menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW, kemarin.

Wagub Jatim selama dua periode bersama Gubernur Soekarwo ini menambahkan, visinya adalah perubahan berkelanjutan untuk Jawa Timur makmur.  “Nah inilah yang kita akan bahwa ke perubahan yang berkelanjutan prioritas ada 9 program,” tambah dia.

Di antaranya pertanian, masalah lapangan pekerjaan, layanan kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan perempuan, dan sektor UMKM.

“Kita juga ingin memperkuat pembangunan di desa, layanan dan kemudahan masyarakat lebih diutamakan. Selain itu kita kembangkan dan menerapkan teknologi,” jelasnya.

Gus Ipul menuturkan masyarakat, misalnya mengurus akte kelahiran tidak perlu jauh-jauh tapi cukup ke kantor desa. “Kemudian kita juga masuk ke rumah-rumah warga untuk melihat apakah gizi mereka sudah cukup. Apakah semua keluarga sudah diimunisasi. Banyak sekali yang akan kita berikan sebagai bagian dari mempercepat kemakmuran desa,” ujarnya.

“Nantinya setiap kabupaten masing-masing punya unggulan. Seperti Banyuwangi, itu punya unggulan yang namanya Smart Kampung,” sambung Gus Ipul.

Dia menjelaskan, program kampung cerdas berbasis teknologi tidak hanya e-budgeting, namun juga ada layanan-layanan yang tidak perlu melewati kabupaten dan kecamatan. “Dengan teknologi sumbernya sudah bisa diurus di desa,” jelasnya. (goek)

rekening gotong royong