oleh

Di Media Sosial, Jokowi-Ma’ruf Pun Tak Terkalahkan

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir

JAKARTA – Pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengungguli pasangan Prabowo-Sandiaga dalam berkampanye di media sosial. Kubu Jokowi-Ma’ruf lebih banyak menjadi perbincangan di media sosial, termasuk program yang digulirkan.

“Saya sampaikan tadi ke relawan Bravo 5 bahwa secara sosial media itu kami sudah menang. Di Twitter kita bisa lihat banyak sekali kami menjadi trending topic,” kata Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir di Golden Boutique Hotel, Jakarta, kemarin.

Hal itu, sebut Erick, terlihat dari terkalahkannya tanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden dengan tagar yang menginginkan agar Jokowi melanjutkan kepemimpinannya ke periode kedua.

Perbincangan dan gerakan di media sosial terus dipantau oleh TKN Jokowi-Ma’ruf agar kinerjanya tetap optimal hingga menjelang hari pencoblosan.

Selain di Twitter, TKN juga menggerakkan relawannya untuk berkampanye di platform sosial media lainnya seperti Facebook dan Instagram. Dengan demikian hasil yang didapat akan lebih optimal.

“Untuk relawan sendiri saya mengucapkan terima kasih karena telah melakukan gerakan yang luar biasa,” ujar Erick.

“Nanti kami akan sinkronkan dengan tim kampanye daerah (TKD) kami, karena kalau dari TKN aja support, ya TKD-nya harus support. Ini sebuah realita yang kami coba lakukan bersama-sama,” lanjut dia.

Pihaknya pun tak khawatir dengan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf yang belum mencapai 60 persen sesuai hasil survei Lingkaran Survei Indonesia Denny JA (LSI). Hasil survei terakhir, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 53,2 persen sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga sebesar 31,2 persen.

Erick mengatakan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf berada di angka tersebut lantaran Ma’ruf belum ikut berkampanye.

“Kan beliau seperti yang saya bilang, beliau itu memang sekarang silaturahmi ke pondok-pondok pesantren, kampanyenya Januari. Nanti kalau beliau kampanye jangan kaget dengan kejutan-kejutan yang beliau buat,” jelasnya.

Dia menambahkan jika elektabilitas sebesar 53 persen dibedah, maka hampir semuanya berasal dari Jokowi. Sementara itu ia menilai elektabilitas Prabowo-Sandiaga cenderung stagnan.

Erick memperkirakan jika angkanya dibedah maka elektabilitas Prabowo sekitar 20 persen sedangkan Sandiaga 10 persen. “Cawapres kami belum (kampanye), karena masih bersilaturahmi. Beliau baru akan berkampanye Januari,” ujar Erick.

“Makanya saya bilang, ketika Pak Jokowi 53 persen saya yakin akan lebih tinggi nanti karena Pak Ma’ruf masih bersilaturahim. Baru akan bergerak, sesuai dengan strategi itu baru bulan Januari,” lanjut dia. (goek)

Komentar