Jumat
21 Agustus 2026 | 9 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Akhir Hajatan Rakyat, Ganjar “Bangkitkan” Dono Warkop DKI dengan Kaus Clean Government

pdip-jatim-240211-kaus-dono-1

SEMARANG – Calon presiden (Capres) nomor urut 03 Ganjar Pranowo menjadi sorotan, saat Hajatan Rakyat, kampanye akbar terakhir di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024).

Di balik jaket bombernya, Ganjar mengenakan kaus putih bertuliskan ‘JOIN US WE FIGHT FOR A CLEAN GOVERNMENT’ yang artinya ‘Ikut kami. Kami berjuang untuk pemerintahan yang bersih.

Kalimat ‘JOIN US WE FIGHT FOR A CLEAN GOVERNMENT’ pada kaus yang dikenakan Ganjar, sama persis dengan yang dikenakan mendiang Wahjoe Sardono alias Dono Warkop DKI, saat ditangkap tentara pada tahun 1974, saat unjuk rasa mahasiswa dalam aksi Malapetaka Lima Belas Januari atau Malari. Diketahui, selain terkenal sebagai komedian, Dono juga merupakan aktivis.

Bahkan, Dono turut dalam aksi-aksi demonstrasi pada 1998 yang menumbangkan presiden otoriter Soeharto. Dono, kerap kali berada di barisan depan massa demonstran.

Bukan tanpa alasan, Ganjar sengaja memakai kaus tersebut karena selaras dengan visi misi Ganjar- Mahfud untuk melakukan bersih bersih di pemerintahan. Memberantas korupsi, kolusi, nepotisme (KKN).

Dilansir dari jabar.tribunnews.com, Komika Ernest Prakasa sempat mengunggah foto Dono saat dikepung sejumlah tentara pada masa Orde Baru di instagramnya.

Dalam foto yang diunggah, terlihat Dono mengenakan kaus putih bertuliskan ‘Join Us. We Fight for a clean government’ yang artinya ‘Ikut kami. Kami berjuang untuk pemerintahan yang bersih.’

Seperti diketahui, mendiang Dono termasuk sosok yang kritis saat mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia (UI). Pada masa itu, Dono sempat ikut dalam demo mahasiswa menolak dominasi ekonomi Jepang di Indonesia.

Pada masa Orde Baru itu aksi Dono berbuah pil pahit karena menyinggung pemerintah. Rumah orangtua Dono di Delanggu sempat didatangi intel dan kepolisian.

Pada 1998, Dono muda kembali turun ke jalan. Ia dan teman-temannya menghadang aparat keamanan yang mencoba merangsek masuk ke Universitas Katolik Atmajaya, Semanggi, Jakarta Selatan.

Keberanian Dono memperjuangkan reformasi, diungkapkan dalam buku ‘Warkop Main-Main Jadi Bukan Main’ karya Rudy Badil dan Indro Warkop. Jurnalis Kompas, Budiarto Shambazy yang dipercaya menuliskan kata pengantar, masih mengingat dengan jelas kejadian bersejarah tersebut.

Saat itu Jumat, 13 November 1998, ketika Jakarta masih mencekam karena peristiwa 12 Mei 1998 yang menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti. Saat itu, mahasiswa menuntut Soeharto mundur sebagai Presiden.

Budiarto yang berada di lokasi mengatakan, dia dan ratusan mahasiswa yang berlindung di UAJ diberondong senjata api selama satu jam. Rentetan tembakan tersebut berlangsung sejak pukul 20.30 WIB.

“Dono memang nekat. Setiap kali berondongan senjata diarahkan ke kampus, dia malah menantang badai. Dengan wajah melas tapi kocak, dengan barisan giginya yang ‘maju tak gentar’, Dono dinobatkan mahasiswa menjadi penyemprot utama selang raksasa,” tulis Budiarto.

Selang itu diarahkan Dono ke barisan tentara yang berada di jalur kanan Jalan Jenderal Sudirman. Sebagian prajurit yang melihat ulah Dono hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum.

Budiarto menjelaskan, Dono menjadi aktivis politik yang ikut menyusun lahirnya Reformasi 1998 dan bertujuan menggulingkan Soeharto. Bahkan, Dono juga turut menyiapkan terms of reference untuk seminar-seminar, mengatur kunjungan ke DPR, hingga menyiasati demo-demo mahasiswa. (red/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Fauzi Temui Kemenhub RI, Bahas Akses Jalur Laut dan Pelabuhan Kepulauan

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus mendorong penguatan konektivitas transportasi laut untuk ...
KRONIK

Wabup Antok Pimpin Apel Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla di Sengon Hill Ngawi

NGAWI – Kawasan Sengon Hill, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Kamis (20/8/2026) pagi, menjadi titik ...
EKSEKUTIF

2 Kasus Kekerasan Seksual Anak, Eri Perintahkan Semua Panti Asuhan di Surabaya Diverifikasi

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi memerintahkan seluruh panti asuhan di Kota Surabaya diverifikasi dan didata ulang ...
KRONIK

Fery Minta Generasi Tua Kenalkan Tradisi kepada Gen Z agar Tak Putus di Tengah Jalan

Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono meminta orang tua aktif mengenalkan tradisi kepada anak-anak dan Gen Z ...
KRONIK

Bupati Ipuk Puji Hilirisasi Kerajinan Bambu Desa Gintangan yang Mampu Perkuat Ekonomi dari Bawah

BANYUWANGI – Desa Gintangan Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, dikenal sebagai desa pengrajin anyaman bambu. Untuk ...
LEGISLATIF

Yudi Perjuangkan Aspirasi Warga Tanggung Direalisasikan melalui APBD 2027

BLITAR – Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar Yudi Meira memastikan aspirasi warga Kelurahan Tanggung, Kecamatan ...