oleh

Di Aisyiyah Ponorogo, Puti Ungkap Keberhasilan Risma Berdayakan Perempuan

-Berita Terkini-6 kali dibaca

PONOROGO – Program Pahlawan Ekonomi yang dijalankan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sempat disinggung Cawagub Puti Guntur Soekarno saat silaturahmi ke pengurus PD Aisyiyah Ponorogo, Rabu (4/4/2018).

Menurut Puti, program yang sudah berjalan di Kota Pahlawan itu jadi contoh keberhasilan program pemberdayaan perempuan. Program tersebut merupakan salah satu cara upaya dalam menggerakkan roda ekonomi keluarga.

“Program Pahlawan Ekonomi ini dilatarbelakangi permasalahan keluarga yang tergolong miskin meski sang suami bekerja. Salah satu jalan untuk mengatasi ini yaitu menggerakkan roda perekonomian keluarga,” kata Puti.

Di depan para pengurus Aisyiyah Ponorogo, Puti memaparkan beberapa program pemberdayaan perempuan.

Satu di antaranya bernama Superstar, kependekan dari Sentra UMKM, Pemberdayaan Industri Kreatif dan Startup. Program Pahlawan Ekonomi yang berjalan di Surabaya, termasuk dalam garapan program Superstar.

Melalui  Superstar tersebut, Gus Ipul-Mbak Puti akan memberikan akses permodalan. “Kita juga akan memberikan pelatihan untuk packaging agar produk menjadi lebih menarik dan mudah dipasarkan,” ujarnya.

Selain itu, tambah Puti Guntur, bersama Gus Ipul punya program Seribu Dewi atau Seribu Desa Wisata yang akan mengembangkan desa-desa wisata dengan memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada Pokdarwis.

Program desa wisata ini, sebutnya, juga bisa mengangkat perekonomian warga, khususnya kaum perempuan. Sebab, mereka bisa mengembangkan UMKM makanan maupun kerajinan yang bisa dijual di tempat wisata.

Mendengar program-program tersebut, Ketua PD Aisyiyah Ponorogo Titi Listyorini mengaku cukup puas dan yakin Jatim akan lebih baik ketika dipimpin Gus Ipul dan Mbak Puti.

“Semoga di pilgub ini muncul pemimpin yang akan membawa kesejahteraan umat di Jatim, tapi ibu-ibu ini saya yakin sudah cerdas dan tahu siapa pemimpin tersebut,” ucap Titi.

Di sela pertemuan, Puti juga menjelaskan sosok Datok Hasan Din, salah satu kakek buyutnya yang tercatat sebagai tokoh Muhammadiyah di Bengkulu, Sumatera Barat.

Kemudian neneknya Fatmawati yang merupakan anak Datok Hasan Din, adalah seorang pengurus Aisyiyah di Bengkulu. Karena itu di keluarga Aisyiyah, Puti merasa bukan orang asing lagi.

Dia juga menyampaikan terima kasih bisa diterima Aisyiyah, sehingga bisa menyampaikan program-program kerja pasangan nomor urut 2. (goek)

rekening gotong royong