
KEDIRI – Calon tunggal Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono menyebut, jika nantinya pembangunan Bandara Kediri sudah rampung pengerjaannya, harus ada konektivitas antara lokasi wisata Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) dan Kampung Inggris di Pare.
Namun sebelum itu terhubung, kata cabup yang akrab disapa Dhito ini, harus ada penataan atau pengaturan terhadap tempat lembaga kursusan dan pedagang yang berjualan di sana agar semuanya terlihat lebih baik dari sebelumnya.
Dhito menilai kehidupan di Kampung Inggris sangat majemuk, di mana banyak sekali pendatang yang singgah dan tinggal disini. Karena itu nantinya dia minta Satpol PP Kabupaten Kediri untuk fokus melakukan pengawasan menjaga keamanan dan ketertiban di Kampung Inggris.
“Konektivitas Kampung Inggris dan bandara itu harus terealisasikan, karena kalau tidak maka akses dari bandara ke Kampung Inggris akan menjadi sulit. Tapi sebelum sampai ke tahapan itu, yang harus diperhatikan adalah penataan dari Kampung Inggris itu sendiri, jadi kursusnya dan pedagang harus tertata lebih baik,” kata Dhito, kemarin.
Menurutnya, Kampung Inggris merupakan salah satu ikon yang dimiliki Kabupaten Kediri. Ketika blusukan kampanye disana dan berdiskusi, dia mendapatkan keluh kesah dari pemilik lembaga kursus yang mengaku jika perhatian yang diberikan pemkab selama ini masih kurang.
Salah satu keinginan yang disampaikan, mereka ingin dibuatkan domain website tentang kampunginggris.co.id. “Supaya nama kampung Inggris ini tidak diambil alih daerah lain, karena sudah mulai ada beberapa daerah mau menciptakan seperti Kampung Inggris ini,” terangnya.
Lalu yang kedua, sebut Dhito, soal air bersih yang juga jadi problem. “Banyak titik sapitenk berdekatan dengan pompa air. Ini kan sudah tidak bagus,” ujar Dhito, sambil menambahkan, bahwa kadar PH air di Kampung Inggris juga kurang bagus. (putera)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS