Rabu
04 November 2026 | 5 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dewan Surabaya Telusuri Dugaan Jual Beli Makam

pdip-jatim-agustin-titin

SURABAYA – Kalangan anggota DPRD Surabaya menelusuri jual beli makam yang dikelola Pemkot Surabaya. Ketua Komisi D Agustin Poliana mengatakan, dugaan adanya jual beli lahan makam diketahui setelah pihaknya menerima aduan dari masyakat.

Dalam aduan itu menyebutkan terjadinya praktik jual beli lahan makam di wilayah Asemjajar. Setelah mengetahui adanya praktik jual beli makam yang melibatkan oknum petugas makam, pihaknya langsung memanggil dinas kebersihan dan pertamanan (DKP), yang berwenang urusan pemakaman.

Hanya saja pertemuan dibatalkan, karena tak dihadiri Kepala DKP. “Kalau ada oknum yang memperjual belikan makam, ini gak bener. Orang mati urusan takdir Tuhan,” kata Agustin Poliana, kemarin.

Anggota dewan dari PDI Perjuangan ini menilai, terjadinya praktik jual beli makam karena ada ketakutan dari masyarakat tidak mendapatkan lahan makam. Pasalnya, di beberapa tempat pemakaman umum (TPU) kondisinya sudah penuh, bahkan bertumpuk tumpuk.

Ketua Komisi D menyayangkan keterlibatan oknum petugas makam dalam praktik jual beli makam. Padahal, menurutnya, lahan makam di Surabaya yang masih luas masih ada, yakni di Keputih dan Babat jerawat.

“Tapi masyarakat inginnya makam yang penuh sesak,” ujarnya.

Legislator yang akrab disapa Titin ini mengaku, modus jual beli lahan makam nampak dari kondisi beberapa makam yang tak ada papan nama. Dan, beberapa dari makam itu juga sudah dikijing.

“Biasanya mereka memang orang-orang yang berduit,” jelas Titin.

Dia menengarai, praktik jual beli lahan makam bisa jadi tdiak hanya terjadi di Asemjajar, melainkan juga di beberapa TPU lainnya di Surabaya. Pihaknya memperkirakan, praktik tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Nilainya cukup fantastis,” ucap perempuan yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

Di Surabaya, selain tempat pemakaman umum yang dikelola pemerintah kota, ada juga makam umum yang menjadi milik desa.  Namun demikian, jumlah makam umum milik desa lebih sedikit dibanding makam umum milik pemerintah kota. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...