Senin
17 Agustus 2026 | 10 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dewan Surabaya Telusuri Dugaan Jual Beli Makam

pdip-jatim-agustin-titin

SURABAYA – Kalangan anggota DPRD Surabaya menelusuri jual beli makam yang dikelola Pemkot Surabaya. Ketua Komisi D Agustin Poliana mengatakan, dugaan adanya jual beli lahan makam diketahui setelah pihaknya menerima aduan dari masyakat.

Dalam aduan itu menyebutkan terjadinya praktik jual beli lahan makam di wilayah Asemjajar. Setelah mengetahui adanya praktik jual beli makam yang melibatkan oknum petugas makam, pihaknya langsung memanggil dinas kebersihan dan pertamanan (DKP), yang berwenang urusan pemakaman.

Hanya saja pertemuan dibatalkan, karena tak dihadiri Kepala DKP. “Kalau ada oknum yang memperjual belikan makam, ini gak bener. Orang mati urusan takdir Tuhan,” kata Agustin Poliana, kemarin.

Anggota dewan dari PDI Perjuangan ini menilai, terjadinya praktik jual beli makam karena ada ketakutan dari masyarakat tidak mendapatkan lahan makam. Pasalnya, di beberapa tempat pemakaman umum (TPU) kondisinya sudah penuh, bahkan bertumpuk tumpuk.

Ketua Komisi D menyayangkan keterlibatan oknum petugas makam dalam praktik jual beli makam. Padahal, menurutnya, lahan makam di Surabaya yang masih luas masih ada, yakni di Keputih dan Babat jerawat.

“Tapi masyarakat inginnya makam yang penuh sesak,” ujarnya.

Legislator yang akrab disapa Titin ini mengaku, modus jual beli lahan makam nampak dari kondisi beberapa makam yang tak ada papan nama. Dan, beberapa dari makam itu juga sudah dikijing.

“Biasanya mereka memang orang-orang yang berduit,” jelas Titin.

Dia menengarai, praktik jual beli lahan makam bisa jadi tdiak hanya terjadi di Asemjajar, melainkan juga di beberapa TPU lainnya di Surabaya. Pihaknya memperkirakan, praktik tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Nilainya cukup fantastis,” ucap perempuan yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

Di Surabaya, selain tempat pemakaman umum yang dikelola pemerintah kota, ada juga makam umum yang menjadi milik desa.  Namun demikian, jumlah makam umum milik desa lebih sedikit dibanding makam umum milik pemerintah kota. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Fauzi: Kemerdekaan Harus Diwujudkan Lewat Pemerataan Pembangunan dan Pelayanan Publik

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan ...
KRONIK

Kuliah Tamu di Ponorogo, Novita Hardini Dorong Mahasiswa Aktif Kawal Kebijakan Publik

PONOROGO – Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Mahasiswa harus memahami proses ...
KABAR CABANG

HUT ke-81 RI, Yudi Meira dan Syahrul Alim Ajak Warga Kota Blitar Perkuat Gotong Royong

HUT ke-81 RI, Yudi Meira dan Syahrul Alim mengajak warga Blitar memperkuat persatuan, gotong royong, dan kerja ...
KABAR CABANG

Keturunan Ki Ronggo Gelar Tasyakuran HUT RI di Makam Leluhur

BONDOWOSO – Tanggal 17 Agustus memiliki arti khusus bagi Kabupaten Bondowoso. Selain diperingati sebagai Hari ...
LEGISLATIF

Renny: Penurunan Kemiskinan Harus Jadi Pijakan Kebijakan, Bukan Sekadar Statistik

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana meminta capaian penurunan angka ...
KRONIK

Warga Pleret Upacara Detik-detik Proklamasi di Dam, Kibarkan Merah Putih Raksasa

KABUPATEN ​PASURUAN – Pemandangan berbeda terlihat dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia ...