oleh

Dewan Minta Pasar Murah Digelar sampai Jelang Lebaran

pdip-jatim-armuji-rakernasSURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Armuji menyoroti operasi pasar yang dilakukan pemerintah kota setempat. Armuji berpendapat, program tahunan Pemkot Surabaya ini tidak memiliki dampak manfaat signifikan.

Pria yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini berpendapat, operasi pasar ini hanya menguntungkan masyarakat sesaat. Setelah operasi pasar selesai, konsumen kembali membeli dengan harga yang mahal lagi. Sebab, operasi pasar hanya berlangsung beberapa hari.

“Harusnya dilakukan selama bulan puasa sampai hari raya tiba. Sehingga kebutuhan warga selama Ramadan hingga Lebaran tercukupi,” kata Armuji, kemarin.

Terkait operasi pasar ini, pihaknya juga menerima laporan dari pedagang bahan pokok di sejumlah pasar yang mengeluh lantaran dagangannya menjadi tidak laku. Karena itu, dia minta Pemkot Surabaya juga memperhatikan hal ini.

Sementara itu, Erwin Tjahyuadi anggota Komisi B dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya minta operasi pasar yang digelar pemkot terus dilakukan. Apalagi, operasi pasar yang digelar sejak 27 Mei 2016 itu belum mampu menekan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Operasi pasar yang dilakukan Pemkot Surabaya, di antaranya berlangsung di Pasar Wonokromo, Pasar Pucang, Pasar Soponyono Rungkut, dan Pasar Tambahrejo.

Pantauan Erwin di Pasar Wonokromo pekan lalu, harga gula Rp 14.000 per kilogram, beras premium Rp 11.000 per kilogram. Harga daging sapi belum ada kenaikan masih berkisar Rp 110.000 per kilogram. Sementara bawang putih dari harga Rp 25.000 per kilogram menjadi Rp 30.000 per kilogram.

Harga telur juga masih tinggi, per kilogram masih Rp 21.000, hanya mengalami penurunan Rp 1.000 dibandingkan pekan lalu. Padahal normalnya Rp 15.000 per kilogram.

“Yang sudah normal hanya beras dan minyak goreng. Ini karena ada intervensi pemerintah pusat. Di luar itu, pemkot kesulitan untuk mengontrol harga, karena Surabaya bukan kota penghasil komoditas,” katanya.

Dia mendorong Pemkot Surabaya untuk menjadi produsen. Setidaknya, agar punya kemampuan mengontrol harga. Sehingga kejadian membubungnya harga sembako tidak berulang setiap tahunnya, terutama menjelang dan selama Ramadan serta Lebaran. (goek)