Jumat
07 Agustus 2026 | 4 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dewan Minta Pasar Murah Digelar sampai Jelang Lebaran

pdip-jatim-armuji-rakernas

pdip-jatim-armuji-rakernasSURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Armuji menyoroti operasi pasar yang dilakukan pemerintah kota setempat. Armuji berpendapat, program tahunan Pemkot Surabaya ini tidak memiliki dampak manfaat signifikan.

Pria yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini berpendapat, operasi pasar ini hanya menguntungkan masyarakat sesaat. Setelah operasi pasar selesai, konsumen kembali membeli dengan harga yang mahal lagi. Sebab, operasi pasar hanya berlangsung beberapa hari.

“Harusnya dilakukan selama bulan puasa sampai hari raya tiba. Sehingga kebutuhan warga selama Ramadan hingga Lebaran tercukupi,” kata Armuji, kemarin.

Terkait operasi pasar ini, pihaknya juga menerima laporan dari pedagang bahan pokok di sejumlah pasar yang mengeluh lantaran dagangannya menjadi tidak laku. Karena itu, dia minta Pemkot Surabaya juga memperhatikan hal ini.

Sementara itu, Erwin Tjahyuadi anggota Komisi B dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya minta operasi pasar yang digelar pemkot terus dilakukan. Apalagi, operasi pasar yang digelar sejak 27 Mei 2016 itu belum mampu menekan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Operasi pasar yang dilakukan Pemkot Surabaya, di antaranya berlangsung di Pasar Wonokromo, Pasar Pucang, Pasar Soponyono Rungkut, dan Pasar Tambahrejo.

Pantauan Erwin di Pasar Wonokromo pekan lalu, harga gula Rp 14.000 per kilogram, beras premium Rp 11.000 per kilogram. Harga daging sapi belum ada kenaikan masih berkisar Rp 110.000 per kilogram. Sementara bawang putih dari harga Rp 25.000 per kilogram menjadi Rp 30.000 per kilogram.

Harga telur juga masih tinggi, per kilogram masih Rp 21.000, hanya mengalami penurunan Rp 1.000 dibandingkan pekan lalu. Padahal normalnya Rp 15.000 per kilogram.

“Yang sudah normal hanya beras dan minyak goreng. Ini karena ada intervensi pemerintah pusat. Di luar itu, pemkot kesulitan untuk mengontrol harga, karena Surabaya bukan kota penghasil komoditas,” katanya.

Dia mendorong Pemkot Surabaya untuk menjadi produsen. Setidaknya, agar punya kemampuan mengontrol harga. Sehingga kejadian membubungnya harga sembako tidak berulang setiap tahunnya, terutama menjelang dan selama Ramadan serta Lebaran. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Silaturahmi dengan Keluarga Besar MAN Sumenep, Hj. Ansari: Suara Para Guru Sangat Penting

SUMENEP – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, melakukan kunjungan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep, pada ...
EKSEKUTIF

Tekan Timbulan Sampah ke TPA Benowo, Eri Cahyadi Wajibkan ASN Pilah Sampah dari Rumah

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota ...
KRONIK

Hj. Ansari Tegaskan Peran Penting P2K2, Ajak Keluarga Prioritaskan Pendidikan Anak

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mengatakan bahwa Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga ...
SEMENTARA ITU...

Mas Dhito Beri Beasiswa dan Peralatan Las untuk Peraih Emas LKS Nasional 2026

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan beasiswa hingga perguruan tinggi dan peralatan las kepada Moh. ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Targetkan Komisi Disabilitas Pertama di Indonesia Terbentuk Agustus 2026

DPRD Jawa Timur menargetkan pembentukan Komisi Disabilitas pertama di Indonesia melalui penyelesaian Raperda ...
PEREMPUAN

PWI Gresik Nobatkan Nila Yani Jadi Tokoh Inspiratif Penggerak UMKM

GRESIK – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Gresik-Lamongan, Nila Yani Hardiyanti dikenal sebagai wakil rakyat yang ...