Minggu
25 Oktober 2026 | 6 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dewan Minta Pasar Murah Digelar sampai Jelang Lebaran

pdip-jatim-armuji-rakernas

pdip-jatim-armuji-rakernasSURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Armuji menyoroti operasi pasar yang dilakukan pemerintah kota setempat. Armuji berpendapat, program tahunan Pemkot Surabaya ini tidak memiliki dampak manfaat signifikan.

Pria yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini berpendapat, operasi pasar ini hanya menguntungkan masyarakat sesaat. Setelah operasi pasar selesai, konsumen kembali membeli dengan harga yang mahal lagi. Sebab, operasi pasar hanya berlangsung beberapa hari.

“Harusnya dilakukan selama bulan puasa sampai hari raya tiba. Sehingga kebutuhan warga selama Ramadan hingga Lebaran tercukupi,” kata Armuji, kemarin.

Terkait operasi pasar ini, pihaknya juga menerima laporan dari pedagang bahan pokok di sejumlah pasar yang mengeluh lantaran dagangannya menjadi tidak laku. Karena itu, dia minta Pemkot Surabaya juga memperhatikan hal ini.

Sementara itu, Erwin Tjahyuadi anggota Komisi B dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya minta operasi pasar yang digelar pemkot terus dilakukan. Apalagi, operasi pasar yang digelar sejak 27 Mei 2016 itu belum mampu menekan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Operasi pasar yang dilakukan Pemkot Surabaya, di antaranya berlangsung di Pasar Wonokromo, Pasar Pucang, Pasar Soponyono Rungkut, dan Pasar Tambahrejo.

Pantauan Erwin di Pasar Wonokromo pekan lalu, harga gula Rp 14.000 per kilogram, beras premium Rp 11.000 per kilogram. Harga daging sapi belum ada kenaikan masih berkisar Rp 110.000 per kilogram. Sementara bawang putih dari harga Rp 25.000 per kilogram menjadi Rp 30.000 per kilogram.

Harga telur juga masih tinggi, per kilogram masih Rp 21.000, hanya mengalami penurunan Rp 1.000 dibandingkan pekan lalu. Padahal normalnya Rp 15.000 per kilogram.

“Yang sudah normal hanya beras dan minyak goreng. Ini karena ada intervensi pemerintah pusat. Di luar itu, pemkot kesulitan untuk mengontrol harga, karena Surabaya bukan kota penghasil komoditas,” katanya.

Dia mendorong Pemkot Surabaya untuk menjadi produsen. Setidaknya, agar punya kemampuan mengontrol harga. Sehingga kejadian membubungnya harga sembako tidak berulang setiap tahunnya, terutama menjelang dan selama Ramadan serta Lebaran. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Kemloko Jadi Agropolitan, Kembangkan Potensi Wisata Koi

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, mendorong masyarakat Desa Kemloko, Kecamatan ...
KRONIK

Gandrung Sewu 2026, saat Keanggunan Tradisi Berpadu dengan Kemegahan Teknologi Pertunjukan

BANYUWANGI – Pagelaran tari kolosal Gandrung Sewu 2026, yang perdana digelar malam hari berlangsung megah, di ...
KRONIK

Bunda Nia Lepas Karnaval PAUD, Ajak Orang Tua Perkuat Pendidikan Karakter Anak

SUMENEP – Bunda PAUD Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengajak orang tua dan masyarakat untuk memperkuat ...
KABAR CABANG

Merah Muda Fest, PDIP Surabaya Ajak 200 Anak Muda Bersihkan Pantai Kenjeran

SURABAYA – Sekitar 200 anak muda mengikuti aksi bersih-bersih pantai dan laut Kenjeran yang digelar DPC PDI ...
LEGISLATIF

6.000 Liter Pertalite Masih di Tangki, Guntur Wahono Desak Pengawasan BBM Diperketat

SURABAYA – Pengawasan distribusi BBM bersubsidi di Jawa Timur perlu diperketat menyusul temuan sekitar 6.000 liter ...
KABAR CABANG

DPC PDIP Magetan Buka Water Station Napak Tilas, Usul Festival Sejarah untuk Anak Muda

MAGETAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan membuka water station untuk mendukung peserta Napak Tilas dalam ...