oleh

Deddy Sutomo Tetap Bugar, Tetap Laris

UNGKAPAN syukur tak henti-hentinya dikemukakan oleh Deddy Sutomo. Ketika rekan rekannya tersisih di usia senjanya, dia masih mendapatkan tawaran main film berkualitas. Bahkan untuk perannya, dia mendapat penghargaan bergengsi yang dibanggakan aktor, yaitu Aktor Terbaik

Nama Deddy dibicarakan kembali sejak meraih gelar Pemeran Utama Pria Terpuji di Festival Film Bandung (FFB) 2015 lalu, lewat film “Mencari Hilal”, lalu ikut “Perfeck Dream” dan terakhir “Kartini” di tahun 2017 ini. Bahkan dia masih persiapan untuk film berikutnya.

Memerankan Bupati Jepara dan Ayahanda RA Kartini, RM Sosrodiningrat, Deddy menyatakan, dia melakukan pendalaman karakter untuk perannya, meski kehidupan bangsawan Jawa tak asing baginya. “Bupati Pesisir agak beda, tapi relatif sama, “ katanya.

Di film itu dia beradu akting dengan Dian Sastrowardoyo, Djenar Mahesa Ayu dan Christine Hakim.

‘Djenar itu, kecilnya saya gendong-gendong. Lha sekarang dadi bojoku, “ selorohnya, sembari memeluk putri sahabatnya, almarhum Sjumandjaya, yang juga membuat film RA Kartini di tahun 1983. Di film ini, Djenar memerankan tokoh R.A. Moeryam, istri kedua bupati, dan ibu tiri Kartini.

Deddi mengenangkan, dia membatalkan undangan ke Surabaya ketika crew yang diutus sutradara Hanung Bramantyo mengajaknya main film Kartini. Aktor kelahiran Jakarta, 26 Juni 1941 menyatakan, dia menerima tawaran nyaris tanpa berpikir, karena tahu film itu akan menjadi karya besar. “Bahkan peran apa untuk saya belum tahu, pokoknya saya mau terlibat, “ katanya.

Deddy terjun ke dunia film sejak 1970-an. Film “Pandji Tengkorak” melesatkan namanya, menyusul kemudian puluhan film lain. Kemampuan akting didapatnya di Jogya setelah jenuh bertugas sebagai guru SMEA. Bersama sama dengan WS Rendra dan Arifin C Noor, aktor kelahiran 26 Juni 1941 ini mendirikan Studi Klub Drama Jogja. Putu Wijaya kemudian ikut serta, menyusul Adi Kurdi dan Sawung Jabo yang kemudian lebih dikenal sebagai musisi.

Setelah bermain film Tutur Tinular III tahun 1998, Deddy sempat vakum dari dunia film. Dia terjun ke rumah produksi dan juga ke politik di PDIP Perjuangan, hingga menjadi anggora DPR. Diawali dengan duduk dalam MPP (Majelis Perimbangan Partai) PDI Perjuangan, ia kemudian dicalonkan sebagai wakil rakyat di Daerah Pemilihan Jawa Tengah II.

Pada pemilu tahun 2004, Deddy terpilih menjadi anggota DPR RI, dan berada dalam komisi X (Bidang Pendidikan).

Suami dari penyiar TVRI Rini Sutomo ini kembali tampil di layar lebar dalam film Maskot (film) tahun 2006, dua tahun berikutnya Deddy tampil dalam film “Doa Yang Mengancam”, menyusul Menebus Impian (2010), Tanda Tanya (2011). Tahun 2015 Deddy tampil dalam tiga film yaitu 2014 (film), “Ayat Ayat Adinda”, dan “Mencari Hilal”.

Pada tahun ini juga Deddy meraih penghargaan terbesar sepanjang kariernya yaitu Aktor Utama Terbaik di Festival Film Indonesia 2015 dalam perannya sebagai Mahmud di film Mencari Hilal, disusul gelar Aktor Terpuji di FFB Bandung.

“Saya rajin naik sepeda statis, “ katanya, ketika ditanya resep bugarnya di usia 75 dan tetap sibuk suting film. (dimas)

Sumber: PosKotaNews