oleh

Daniel Dhakidae Wafat, Hasto Kristiyanto: Ikon Pemikiran Kritis

-Berita Terkini, Kronik-22 kali dibaca

JAKARTA – PDI Perjuangan menyampaikan dukacita atas wafatnya akademisi dan cendekiawan Daniel Dhakidae yang tutup usia pada Selasa (6/4/2021). Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut Daniel sebagai sosok intelektual kritis yang konsisten dalam sikap, pemikiran, dan keberaniannya untuk menjaga jarak dengan kekuasaan.

“Saya menjadi saksi, bagaimana Ibu Megawati berdialog selama berjam-jam dengan Bung Daniel Dhakidae. Dialog dengan sosok intelektual yang menjadi ikon pemikiran kritis tersebut terasa mendalam, jernih, dan mampu mengurai berbagai persoalan bangsa dalam cara pandang kritis, namun membumi,” kata Hasto, Rabu (7/4/2021).

Hasto menuturkan, meski menjaga jarak dengan kekuasaan, Daniel mampu memberi landasan pemikiran komprehensif tentang gambaran ideal bangsa, negara, dan fondasi kebudayaan Indonesia. Selain itu, kata Hasto, Daniel juga meninggalkan warisan yakni pemikiran kritisnya mengenai Pancasila.

Menurut Hasto, Daniel telah banyak membantu PDI Perjuangan untuk menunjukkan pentingnya sebuah partai harus memiliki tradisi intelektual dengan pemikiran kritis.

“Kader-kader PDI Perjuangan yang tergabung di Badiklat, secara intens berdialog, melakukan perdebatan kritis, dalam tradisi intelektual yang ketat karena pengaruh Bung DD (Daniel Dhakidae),” ujar Hasto.

“Dari dialog tersebut, lahirlah berbagai kerjasama yang kemudian tampil dalam Majalah Prisma: Soekarno Membongkar Sisi-sisi hidup Putra Sang Fajar; Prisma: Membongkar dan Merangkai Pancasila; dan Prisma: Republik dan Keadilan Sosial: Yang Teratas dan Yang Tertinggal,” ungkapnya.

Bagi PDI Perjuangan, lanjut Hasto, Bung DD telah banyak membantu dan memberikan terang tentang bagaimana Partai juga harus bergumul dengan tradisi intelektual dengan pemikiran kritis tersebut.

“Sebab Bung Karno juga sosok pemikir besar yang selalu melakukan dialektika kritis dalam alam pikir yang terus mengembara dalam seluruh sejarah peradaban nusantara dan dunia. Bung Karno membumikan seluruh pemikiran tersebut dengan rasa cinta tanpa batas bagi Indonesia, sehingga harapan rakyat pun manpu dibingkai dalam pemikiran intelektual yang utuh,” jelasnya.

“Selamat jalan Bung Daniel Dhakidae, jalan intelektual yang telah Bung perkuat di PDI Perjuangan, dan legacy pemikiran Pancasila, akan selalu hidup dan menjadi daya gerak tidak hanya bagi kader PDI Perjuangan, namun juga menjadi metode dan sekaligus model untuk melihat  kegelapan kekuasaan dalam terang pemikiran intektual yang selalu menampilkan optimisme dalam jalan Pancasila,” ucap Hasto.

Daniel Dhakidae meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung, Selasa. Pada Selasa dini hari sekira pukul 03.00 WIB, ia dilarikan ke Rumah Sakit Metropolitan Medical Center, Jakarta Selatan. Pada pukul 07.24 WIB, Daniel mengembuskan napas terakhir.  (goek)