Senin
12 Oktober 2026 | 6 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cerita Tjahjo soal Toleransi Umat Beragama yang Dirasakan Saat Kecil

pdip-jatim-tjahjo-kerukunan-umat-agama

pdip-jatim-tjahjo-kerukunan-umat-agamaJAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menceritakan pengalaman tentang toleransi umat beragama yang dirasakannya sejak kecil di Semarang, Jawa Tengah.

Pengalaman tersebut ia ceritakan di Rapat Koordinasi Nasional Forum Komunikasi Umat Beragama Proviani dan Kabupaten/Kota, Kamis (6/10/2016).

Tjahjo menuturkan, di depan rumahnya, berdiri dua rumah ibadah, masjid dan gereja. Di gereja, acara kebaktian tidak hanya berlangsung pada hari Minggu.

Pengeras suara di gereja beradu keras dengan pengeras suara milik masjid sejak pagi hingga sore hari.

“Berlomba-lomba keras. Bersahutan dengan suara adzan di masjid. Tidak ada masalah. Warga sekitar pun tidak punya konflik karena ini,” kata Tjahjo di Kompleks Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Toleransi umat beragama juga dialami Tjahjo di lingkungan keluarga yang beragam.

Ayahnya lahir di Jepara yang menjadi salah satu keluarga besar Nahdlatul Ulama. Ibunya, asal Solo, pengikut Muhammadiyah.

“Ada keluarga saya yang beragama Kristen Jawi, Katolik. Kerukunan umat beragama ini yang saya alami sejak kecil. Ini sebenarnya di negara kita sudah tidak menjadi masalah,” ucap Tjahjo.

Tjaho mengaku heran meski Indonesia merdeka selama 71 tahun, masih terdapat masalah kecil antar-umat beragama yang seharusnya dapat dimusyawarahkan.

Tjahjo menyebutkan, toleransi agama di bidang politik juga terjadi seperti perbedaan agama antara kepala daerah dan masyarakat. Menurut dia, hal itu dapat berjalan dengan baik.

Tjahjo mencontohkan, salah satu provinsi berisi 65 persen penduduk beragama Islam dengan gubernur beragama Katolik dan wakil gubernur beragama Kristen Protestan.

Salah satu daerah, lanjut Tjahjo, dengan 90 persen penduduk non-Islam, memiliki wakil kepada daerah beragama Islam. Namun, ia tidak menjelaskan lebih jauh di mana daerah tersebut.

“Ini di bidang politik tidak jadi masalah dalam proses pemilihan pimpinan partai sampai di tingkat ormas. Memang ada kesepakatan tertulis, gantian. Lima tahun agama ini, lima tahun agama itu,” ujar Tjahjo. (kompas)

 

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko: Keselamatan Penumpang Penyeberangan Harga Mati, Bukan Kompromi Bisnis

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpoko menegaskan keselamatan jiwa pengguna jasa transportasi ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Beber Jalur Koreksi Desil Bansos, Warga Kediri Bisa Ajukan Pemutakhiran Data

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mengingatkan warga agar memeriksa data kesejahteraan yang ...
KRONIK

RSUD Blambangan Raih Tiga Penghargaan NHR, Bupati Ipuk: Tolok Ukur Berbenah Tingkatkan Layanan

BANYUWANGI – RSUD Blambangan Banyuwangi meraih tiga penghargaan dalam ajang National Hospital Ranking (NHR) yang ...
KRONIK

Bupati Fauzi Upayakan Pemulangan 9 Nelayan Sumenep yang Ditahan di Australia

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengupayakan pemulangan sembilan ...
HEADLINE

HUT ke-81 Jatim, Deni: Pembangunan Berhasil Jika Rakyat Ikut Maju dan Merasakan Manfaatnya

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menegaskan keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari ...
KRONIK

Ratusan Kendaraan Dinas “Raib”, Andi PDIP Sebut Pemda Berpotensi Tanggung Kewajiban Pajak

BONDOWOSO – Sebanyak 409 kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab0) Bondowoso tidak diketahui ...