Sabtu
24 Oktober 2026 | 3 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cerita Eks Sopir Saat Jokowi Dorong Mobil Mogok Ketika Tinjau Banjir

pdip-jatim-210925-jokowi-2

JAKARTA – Presiden Joko Widodo ternyata pernah mendorong mobilnya sendiri yang mogok saat meninjau bencana banjir.

Kejadian itu saat Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Hal tersebut diceritakan Suliadi yang merupakan mantan sopir Jokowi saat masih berada di Solo.

Suliadi menceritakan, saat itu mobil yang dikendarainya membawa Jokowi dan Iriana Jokowi berkeliling meninjau banjir. Salah satu yang daerah yang dikunjungi adalah Kampung Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kota Solo.

Setelah berkeliling lama di daerah itu, mobil tiba-tiba mogok ketika akan melewati tanggul.

“Waktu banjir di Solo itu, kan saya dan Bapak (Jokowi) dan Ibu (Iriana) keliling Joyotakan. Kan sudah muter lama lalu pas mau naik tanggul, mobilnya langsung mogok,” ujar Suliadi dalam tayangan video yang diunggah kanal YouTube Presiden Joko Widodo, Sabtu (25/9/2021).

Saat itu, Suliadi mengatakan agar Jokowi dan Iriana tetap di dalam mobil. Sementara dirinya yang akan mendorong mobil. Namun, Jokowi menolaknya.

“Ora, Pak Suli wae sing ono njero karo ibu. Takdoronge. Ngoten. (Tidak, Pak Suli saja yang ada di dalam mobil bersama ibu. Saya yang dorong. Gitu),” kata Suliadi menirukan perkataan Jokowi.

Selain pengalaman di atas, Suliadi pun menceritakan pengalaman lain saat Jokowi tertidur di dalam mobil usai berkunjung Semarang. Setelah mobil tiba di Solo, Jokowi masih tidur.

Saat itu baik Suliadi maupun ajudan enggan membangunkan Jokowi. Pasalnya, saat itu Jokowi tampak sangat lelah. Hingga akhirnya satu jam kemudian Jokowi terbangun dan bertanya sudah berapa lama sampai di Solo.

“Saya dan ajudan masih di dalam mobil nunggu Bapak bangun. (Menunggu) Sampai Bapak terbangun,” tuturnya.

Pria asal Malang, Jawa Timur ini pun menceritakan, selama bekerja dengan Jokowi tak pernah sekalipun dia ditegur atau dimarahi. Menurutnya, Jokowi selalu santai saat berada di dalam mobil.

Hanya sesekali bertanya apakah Suliadi membawa kaset lagu-lagu agar bisa didengar selama perjalanan. Suliadi menuturkan, biasanya dia membawa rekaman lagu-lagu Jawa dan lagu salah satu band rock favorit Jokowi, Metallica.

Hal lain yang disiapkan saat mengantar Jokowi adalah beberapa jenis camilan seperti roti, pisang rebus dan kacang rebus.

Pesan untuk Jokowi

Suliadi mengatakan, keberadaan Jokowi penting bagi hidupnya. Menurutnya, jika tidak ada Jokowi kehidupannya tak seperti sekarang.

“Pak jokowi penting buat saya. Kalau ndak ada Bapak ya saya sendiri tidak seperti ini hidup saya,” katanya.

PKP Suliadi merasa senang karena mantan majikannya kini sudah jadi presiden.

Setelah jadi presiden, menurutnya, Jokowi masih tetap sosok yang sama seperti dulu, tidak neko-neko. Sikap Jokowi kepadanya pun tidak berubah.

“Saya itu ya senang bapak jadi presiden. Nek saya pokoknya senang lah. Ndak neko-neko. Bapak endak berubah kok sama saya,” katanya.

Suliadi juga menitipkan pesan untuk Jokowi. Dia mengingatkan agar kepala negara selalu menjaga kesehatan dan tidak lupa makan.

“Bapak Jokowi, jaga kesehatannya. Sama makannya jangan sampai lupa. Semoga panjang umur,” tutur Suliadi.

Saat ini, Suliadi beserta keluarganya menetap di Kota Solo. Tepatnya di rumah keluarga Jokowi yang berlokasi di Tirtoyoso, Kecamatan Banjarsari.

Mengenai hal itu, paman Jokowi, Widodo Prasetyo memberikan penjelasan. Saat itu keponakannya menjadi Gubernur Jakarta dan pindah ke Ibu Kota. Sementara itu, Suliadi bertempat tinggal di kontrakan.

“Akhirnya dikasih tempat yang layak ya. Bisa berkumpul dengan keluarganya di rumah Pak Jokowi. Itu Sangat mulia sekali,” kata Widodo.

Menurut Widodo, banyak kenangan di rumah Tirtoyoso. Antara lain, rumah tersebut adalah tempat di mana keluarga Jokowi tinggal usai rumah sebelumnya yang berada di Gilingan terkena gusur.

“Momen yang penting itu di antaranya Pak Joko kuliah di situ. Lulus masih di situ. Dapat istri Mbak Ana (Iriana) juga di situ. Kenangan-kenangan itu banyak yang di Tirtoyoso itu,” tambahnya. (kompas)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dengar Aspirasi Pemuda, Bupati Lukman Buka-bukaan Soal Strategi Pembangunan Daerah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat ...
KRONIK

IMM Tagih Solusi Darurat Pendidikan Jember, DPRD Bidik 23 Ribu Anak Tak Sekolah

JEMBER – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelesaikan persoalan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Kota Batu 2027, Dorong Kemandirian Fiskal dan Belanja Tepat Sasaran

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendorong pemerintah kota memperkuat kemandirian fiskal dalam ...
KRONIK

Makanan Diantar ke Rumah Lansia Miskin Tiap Pagi, Rantang Kasih Terus Lanjut

BANYUWANGI – Setiap pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, Elok Susanti datang mengantarkan makanan ke rumah Sahani (67), ...
EKSEKUTIF

Anggaran Surabaya 2027 Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Penanganan Banjir

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir dalam penyusunan ...
EKSEKUTIF

Hari Santri 2026, Rijanto Dorong Santri Blitar Kuasai Teknologi dan Ikut Membangun Daerah

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri menguasai ilmu agama sekaligus teknologi agar mampu mengambil ...