Selasa
27 Oktober 2026 | 12 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Pungli dan Gratifikasi Prona, Legislator Surabaya Usulkan Proda

pdip-jatim-adi-sutarwijono-bimtek

SURABAYA – Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mendorong program sertifikasi tanah tidak hanya dilaksanakan melalui Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) seperti selama ini.

Politisi PDI Perjuangan ini mengusulkan, kegiatan legalisasi aset yang pada hakikatnya proses administrasi pertanahan meliputi ajudikasi, pendaftaran tanah sampai dengan penerbitan sertifikat hak atas tanah secara massal itu juga dilakukan dengan Proda (Proyek Operasi Daerah Agraria).

Adi Sutarwijono menyebutkan, selama ini alokasi anggaran prona jauh dari cukup. Hal itu, ujarnya, menjadi alasan bagi pihak yang melaksanakan prona untuk minta pungutan lebih ke masyarakat.

Jika dengan proda, jelasnya, anggarannya bisa diambilkan dari APBD Kota Surabaya. “Kalau proda, kita bisa tangani dengan anggaran yang cukup,” kata Adi, kemarin.

Hanya saja, sebut pria yang akrab disapa Awi ini, kendalanya hingga sekarang kantor pertanahan setempat belum memberikan item kebutuhan untuk sertifikasi tanah maksimal 200 meter persegi yang menjadi target prona.

“Padahal daerah lainnya sudah menjalankan proda. Bahkan dengan jumlah persil dan anggaran yang lebih besar,” ungkapnya.

Dia mengakui, selama ini biaya untuk prona memang masih minim, di kisaran Rp 625 ribu. Namun, program tersebut merupakan proyek nasional.

Legislator yang mantan wartawan ini mengestimasi, jika dibebankan ke APBD, alokasi anggaran yang dibutuhkan hingga Rp 1,2 juta. “Dialokasikan di APBD melalui program daerah cukup,” tegasnya.

Pihaknya yakin, jika proda dijalankan di Kota Surabaya, akan banyak yang mensertifikatkan tanahnya, sehingga tidak perlu memungut biaya dari masyarakat. Sebab seluruh biayanya akan diambilkan dari APBD.

Adi Sutarwijono menambahkan, karena masih ada kendala dalam penerapan proda, maka upaya yang perlu dilakukan Pemkot Surabaya adalah memproteksi agar aparaturnya tak terlibat pungli dan gratifikasi dalam melaksanakan prona.

“Tapi memang faktanya ada beberapa kejadian pungli dan gratifikasi dalam prona,” tambah Awi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Pelaku Bullying di Kediri Bisa Di-DO, Guru dan Orang Tua Diminta Terlibat

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan perundungan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Perpres Ojol, Dewanti Desak Juknis Transparan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendukung penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun ...
KRONIK

Pemkot Surabaya Tekan Polusi Udara Lewat Kereta SRRL dan Pembatasan Truk

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan penanganan polusi udara pada dua kebijakan kunci, yakni ...
KABAR CABANG

Widarto: Mitigasi Bencana Lebih Penting daripada Besarnya Anggaran

JEMBER – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Widarto, mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar mewaspadai ...