Rabu
12 Agustus 2026 | 5 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Jadi Tersangka, Jokowi Selektif Pilih Menteri

pdip jatim - jokowi saat sambangi rusun

pdip jatim - jokowi saat sambangi rusunJAKARTA – Tak mau kasus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik terulang, presiden terpilih Joko Widodo kembali menegaskan soal kehati-hatiannya dalam memilih calon menteri. Jokowi menyatakan, pemilihan calon menteri dilakukan selektif agar nantinya tidak ada menteri jadi tersangka.

Tekad memilih menteri yang berintegritas, menurut Jokowi, sudah dia sampaikan berulang. “Memilih menteri itu harus punya karakter kuat, integritas yang bagus dan kemampuan manajerial yang kuat,” kata Jokowi kepada wartawan di GOR Otista, Jakarta Timur, Rabu (3/9/2014).

Untuk memilih menteri tersebut, Jokowi juga sudah menyiapkan strategi khusus untuk memberantas mafia yang ada di kementerian-kementerian. “Nanti kamu lihat, masak saya keluarkan sekarang. Saya sudah siap pasang kuda-kuda dong dari sekarang,” ujarnya.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Menteri ESDM Jero Wacik sebagai tersangka dugaan penyalahgunaan kewenangan dan pemerasan. Kasus itu terkait dengan pengadaan dan kegiatan lain di Kementerian Energi pada periode 2011-2012.

Terpisah, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas menyarankan Jokowi berhat-hati dalam menentukan Menteri ESDMl. Busyro menilai, Kementerian Energi adalah instansi yang rawan korupsi dan menjadi bancakan mafia migas. “Kami berpikir positif. Jokowi akan berhati-hati memilih menteri di sektor ini (ESDM),” kata Busyro di Yogyakarta.

Kata Busyro, di sektor lain pun juga demikian. KPK, ujarnya, siap membantu Jokowi meneliti integritas calon menteri yang akan duduk di kabinetnya. “KPK siap kapan pun diminta,” kata dia.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya juga berpendapat, menteri di kabinet Jokowi-JK haruslah dipilih yang terbaik. “Dia harus pilih menteri yang terbaik. Ini menjadi tantangan Jokowi. Ujian pertama seperti itu,” ujar Yunarto Wijaya.

Menurutnya, Jokowi juga harus rajin mengecek performa dari tiap menteri di kabinet yang diusungnya. Tak hanya itu, mantan Wali Kota Solo itu nantinya juga dituntut berani mengungkapkan kinerja para pembantunya kepada publik. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...