Minggu
19 April 2026 | 6 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Kediri Hanindhito Ingatkan, Bansos Bukan untuk Sanak-Saudara Perangkat Desa

pdip-jatim-220929-masbup-1

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan, bantuan sosial (bansos), apapun jenisnya, bukan untuk sanak saudara kepala desa, perangkat, ataupun RT/RW. Kecuali, yang bersangkutan memang betul-betul membutuhkan karena merupakan warga kurang mampu.

Peringatan ini dia sampaikan menyusul banyaknya aduan terkait bantuan yang tidak tepat sasaran. Termasuk saat penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM), baru-baru ini.

Bahkan, ungkap Hanindhito, jumlah aduan terkait bansos yang tidak sasaran mencapai 50 dalam sehari. Jumlah ini lebih banyak ketimbang aduan soal kerusakan.

Karena itu, bupati yang juga kader PDI Perjuangan ini mengimbau kepada para kepala desa, perangkat, dan RT/RW agar betul-betul mendata dan memvalidasi penerima bantuan, agar tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Kediri sendiri melalui dinsos juga berencana melakukan verifikasi dan validasi data penerima bantuan sosial secara besar-besaran, mulai 17 sampai 31 Oktober 2022.

Hal itu untuk memastikan kelayakan data penerima bansos yang diserahkan pihak desa, sebelum diserahkan kepada pemerintah pusat. “Hati-hati dalam menentukan penerima bantuan sosial,” pesan Dhito, dalam keterangannya tertulisnya, Rabu (28/9/2022).

Saat memimpin rapat bersama OPD sebelumnya, Dhito juga mengingatkan inspektorat dan DPMD agar menegur para camat yang desa di wilayahnya belum menyerahkan verifikasi BLT-BBM.

Jumlahnya 107 desa tersebar di 26 kecamatan. Paling banyak di Kecamatan Mojo, ada 20 desa yang belum menyerahkan verifikasi penerima BLT-BBM.

Kemudian disusul Kecamatan Plemahan 16 desa, Puncu 8 desa, serta Gurah, Pare, Kayen Kidul, dan Plosoklaten masing-masing 6 desa. Bahkan, ada desa yang sama sekali belum mengirimkan verifikasi BLT-BBM.

Putra Menseskab Pramono Anung ini juga mengingatkan agar seluruh verifikasi penerima BLT-BBM bisa selesai sebelum 17 Oktober.

Sementara itu, Dyah Saktiana, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, mengungkapkan dari jumlah penduduk yang mencapai 782.101 jiwa, 47 persen di antaranya masuk DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial). Data itulah yang dijadikan acuan penyaluran bantuan sosial dan diupdate secara berkala.

“Jadi pada Desember ada kemungkinan nama-nama yang kemarin (saat penyaluran BLT BBM) menerima akan terhapus, dan itu yang memang tidak layak menerima,” ujarnya. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Tari Reco Banteng Buka Musancab PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Hentakan kaki para penari memecah suasana Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu (19/4/2026). Irama ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...
EKSEKUTIF

Bongkar Fasad Eks Toko Nam, Pemkot Surabaya Kembalikan Fungsi Pedestrian

Pemkot Surabaya akan membongkar fasad eks Toko Nam di Embong Malang untuk mengembalikan fungsi pedestrian, tetap ...
KRONIK

HUT Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Bupati Ipuk Sebut Momentum Perkuat Harmoni

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri perayaan HUT ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) ...
RUANG MERAH

Setelah Persamuhan di Bandung, 71 Tahun Silam…

Oleh Eri Irawan* SETELAH persamuhan di Bandung, 71 tahun silam, dunia tidak banyak berubah. Perang Dingin memang ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Ajak Laki-laki Evaluasi Diri dan Tekan Ego Patriarki demi Kesetaraan

Bupati Trenggalek Mas Ipin ajak laki-laki evaluasi diri dan tekan ego patriarki dalam perjuangan kesetaraan gender ...