Minggu
01 November 2026 | 10 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Kediri Hanindhito Ingatkan, Bansos Bukan untuk Sanak-Saudara Perangkat Desa

pdip-jatim-220929-masbup-1

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan, bantuan sosial (bansos), apapun jenisnya, bukan untuk sanak saudara kepala desa, perangkat, ataupun RT/RW. Kecuali, yang bersangkutan memang betul-betul membutuhkan karena merupakan warga kurang mampu.

Peringatan ini dia sampaikan menyusul banyaknya aduan terkait bantuan yang tidak tepat sasaran. Termasuk saat penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM), baru-baru ini.

Bahkan, ungkap Hanindhito, jumlah aduan terkait bansos yang tidak sasaran mencapai 50 dalam sehari. Jumlah ini lebih banyak ketimbang aduan soal kerusakan.

Karena itu, bupati yang juga kader PDI Perjuangan ini mengimbau kepada para kepala desa, perangkat, dan RT/RW agar betul-betul mendata dan memvalidasi penerima bantuan, agar tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Kediri sendiri melalui dinsos juga berencana melakukan verifikasi dan validasi data penerima bantuan sosial secara besar-besaran, mulai 17 sampai 31 Oktober 2022.

Hal itu untuk memastikan kelayakan data penerima bansos yang diserahkan pihak desa, sebelum diserahkan kepada pemerintah pusat. “Hati-hati dalam menentukan penerima bantuan sosial,” pesan Dhito, dalam keterangannya tertulisnya, Rabu (28/9/2022).

Saat memimpin rapat bersama OPD sebelumnya, Dhito juga mengingatkan inspektorat dan DPMD agar menegur para camat yang desa di wilayahnya belum menyerahkan verifikasi BLT-BBM.

Jumlahnya 107 desa tersebar di 26 kecamatan. Paling banyak di Kecamatan Mojo, ada 20 desa yang belum menyerahkan verifikasi penerima BLT-BBM.

Kemudian disusul Kecamatan Plemahan 16 desa, Puncu 8 desa, serta Gurah, Pare, Kayen Kidul, dan Plosoklaten masing-masing 6 desa. Bahkan, ada desa yang sama sekali belum mengirimkan verifikasi BLT-BBM.

Putra Menseskab Pramono Anung ini juga mengingatkan agar seluruh verifikasi penerima BLT-BBM bisa selesai sebelum 17 Oktober.

Sementara itu, Dyah Saktiana, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, mengungkapkan dari jumlah penduduk yang mencapai 782.101 jiwa, 47 persen di antaranya masuk DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial). Data itulah yang dijadikan acuan penyaluran bantuan sosial dan diupdate secara berkala.

“Jadi pada Desember ada kemungkinan nama-nama yang kemarin (saat penyaluran BLT BBM) menerima akan terhapus, dan itu yang memang tidak layak menerima,” ujarnya. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Renny Pramana: Korban Bencana Butuh Makanan Bergizi, Bukan Sekadar Mengenyangkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan korban bencana ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasem Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian dan gotong royong kepada ...
LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...
HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...