Rabu
22 Juli 2026 | 5 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Kediri Hanindhito Ingatkan, Bansos Bukan untuk Sanak-Saudara Perangkat Desa

pdip-jatim-220929-masbup-1

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan, bantuan sosial (bansos), apapun jenisnya, bukan untuk sanak saudara kepala desa, perangkat, ataupun RT/RW. Kecuali, yang bersangkutan memang betul-betul membutuhkan karena merupakan warga kurang mampu.

Peringatan ini dia sampaikan menyusul banyaknya aduan terkait bantuan yang tidak tepat sasaran. Termasuk saat penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM), baru-baru ini.

Bahkan, ungkap Hanindhito, jumlah aduan terkait bansos yang tidak sasaran mencapai 50 dalam sehari. Jumlah ini lebih banyak ketimbang aduan soal kerusakan.

Karena itu, bupati yang juga kader PDI Perjuangan ini mengimbau kepada para kepala desa, perangkat, dan RT/RW agar betul-betul mendata dan memvalidasi penerima bantuan, agar tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Kediri sendiri melalui dinsos juga berencana melakukan verifikasi dan validasi data penerima bantuan sosial secara besar-besaran, mulai 17 sampai 31 Oktober 2022.

Hal itu untuk memastikan kelayakan data penerima bansos yang diserahkan pihak desa, sebelum diserahkan kepada pemerintah pusat. “Hati-hati dalam menentukan penerima bantuan sosial,” pesan Dhito, dalam keterangannya tertulisnya, Rabu (28/9/2022).

Saat memimpin rapat bersama OPD sebelumnya, Dhito juga mengingatkan inspektorat dan DPMD agar menegur para camat yang desa di wilayahnya belum menyerahkan verifikasi BLT-BBM.

Jumlahnya 107 desa tersebar di 26 kecamatan. Paling banyak di Kecamatan Mojo, ada 20 desa yang belum menyerahkan verifikasi penerima BLT-BBM.

Kemudian disusul Kecamatan Plemahan 16 desa, Puncu 8 desa, serta Gurah, Pare, Kayen Kidul, dan Plosoklaten masing-masing 6 desa. Bahkan, ada desa yang sama sekali belum mengirimkan verifikasi BLT-BBM.

Putra Menseskab Pramono Anung ini juga mengingatkan agar seluruh verifikasi penerima BLT-BBM bisa selesai sebelum 17 Oktober.

Sementara itu, Dyah Saktiana, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, mengungkapkan dari jumlah penduduk yang mencapai 782.101 jiwa, 47 persen di antaranya masuk DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial). Data itulah yang dijadikan acuan penyaluran bantuan sosial dan diupdate secara berkala.

“Jadi pada Desember ada kemungkinan nama-nama yang kemarin (saat penyaluran BLT BBM) menerima akan terhapus, dan itu yang memang tidak layak menerima,” ujarnya. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...