Bertemu Tokoh Masyarakat dan Kader Posyandu, Pudji Ajak Gotong Royong Atasi Stunting

Loading

MOJOKERTO – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Hj. Setia Pudji Lestari, menggelar dengar pendapat dengan tokoh masyarakat dan kader Posyandu se-Kecamatan Sooko, bertempat di Desa Kedung Maling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Pada kesempatan itu, Pudji, sapaan akrabnya, menyampaikan pentingnya gotong royong untuk mengatasi masalah stunting dengan melibatkan kader Posyandu di setiap desa di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto.

“Kader Posyandu adalah ujung tombak pencegahan stunting untuk menjelaskan pada masyarakat informasi penanganan dan pencegahan stunting, mengingat di negara kita masih 30 persen rawan stunting,” terang Pudji di hadapan 135 kader Posyandu, Sabtu (18/12/2021).

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini. Upaya untuk merekrut kader Posyandu di masing-masing desa harus terus dilakukan.

“Sehingga nantinya permasalahan stunting di desa bisa diatasi dengan pencegahan dini,” jelas politisi perempuan ini.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan upaya penanganan stunting di Kabupaten Mojokerto yang terbilang lamban harus segera dikejar dengan aktif melakukan sosialisasi, juga merangkul tokoh masyarakat dan kader-kader Posyandu di setiap desa untuk bekerja sama dengan pemerintah agar permasalahan stunting bisa dilakukan dengan cepat.

“Karena sedikit terlambat, maka perlu kerja sama semua elemen masyarakat. Kami juga berharap ada anggaran khusus untuk penanganan stunting yang menjadi prioritas di APBD Kabupaten Mojokerto,” jelasnya.

“Semua mempunyai peran, mulai dari perangkat desa, kemudian dari dinas. Kalau perlu setiap anggota DPRD ketika turun juga melakukan sosialisasi terkait stunting ini,” tambah Pudji.

Mengutip data Kementerian Kesehatan, stunting  adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Prevalensi stunting Indonesia berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2016 mencapai 27,5 persen.

Turut hadir di acara tersebut, Kepala Desa Kedung Maling, Siti Kusmiyati, Bidan Desa Kedung Maling, Nur Afidah, dan perwakilan kader posyandu se-Kecamatan Sooko. (arul/set)