oleh

Bersih-bersih Kalimas, Risma Pastikan Kesiapan Sambut Tamu UN Habitat III

pdip-jatim-risma-bersih-bersih-taman-kalimasSURABAYA – Wali Kota Tri Rismaharini turun langsung mengecek semua persiapan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya jelang pelaksanaan Preparatory Meeting for Habitat III (PrepCom3), 25-27 Juli 2016..

Sabtu (16/7/2016) sore, Risma meninjau pekerjaan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya di sepanjang Sungai Kalimas. Petugas DKP yang sedang sibuk memasang lampion di sepanjang Sungai Kalimas sempat kaget.

Apalagi, tanpa basa basi, Risma langsung membantu pekerjaan para petugas DKP. Sekali-kali, Risma minta petugas DKP untuk membenahi apa yang menurutnya kurang bagus.

Seperti, banyak ranting pohon yang belum dipangkas yang membuat pohon taman tidak nampak rapi. “Tolong Pak, iki potongno,” kata Risma, kepada seorang petugas DKP

Tak hanya memberikan perintah, Risma juga turut membersihkan tanaman yang berserakan. Dengan cekatan, Risma mengambil sapu lidi dan sesekali mencabut rumput yang tumbuh liar di area itu.

Semua staf pegawai Pemkot Surabaya yang mendampingi peninjauan pun turut membersihkan taman di sepanjang Sungai Kalimas. Risma juga meninjau pendestrian yang kotor.

Dia juga memberikan contoh kepada petugas DKP bagaimana cara membersihkan debu dengan semprotan air.

Sementara itu, Pemkot Surabaya pun telah menyiapkan paket field trip/city tour yang diperuntukkan bagi delegasi Prepcom for UN Habitat. Di antaranya mengunjungi kampung-kampung di Surabaya yang bersih dan asri serta merawat warisan sejarah di tengah modernitas kota.

Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya, Wisnu Wibowo mengatakan, ada 14 paket kampung yang sudah disiapkan. Meski agenda Prepcom dimulai 25 Juli, tapi paket field trip ini sudah akan dimulai 24 Juli hingga 28 Juli.

Menurut Wisnu, kunjungan tersebut tidak melulu ke kampung yang bersih dan berprestasi. Tetapi juga beberapa ruman susun yang kreatif dan berprestasi seperti Rusun Penjaringansari dan Rusun Grudo. Harapannya, kampung-kampung dan destinasi lainnya tersebut, bisa menjadi wahana untuk lebih mengenalkan Surabaya ke kancah global.

“Setiap hari nya ada empat hingga lima lokasi yang akan dikunjungi. Mengingat padat nya agenda, utamanya pada tanggal 25 hingga 27 Juli, lokasi yang dikunjungi diatur jaraknya berdekatan. Dan untuk satu rute, ada dua bus yang membawa kurang lebih 45 delegasi,” ujar Wisnu.

Salah satu kampung yang menjadi destinasi field trip adalah RW VIII Kampung Lawas Maspati di Kelurahan Bubutan, Kecamatan Bubutan. Kampung Lawas Maspati memang spesial, selain padat penduduk (dihuni 350 keluarga) dan juga berada di pusat kota, juga sarat nilai sejarah dan berprestasi dalam lomba kebersihan yang digelar Pemkot Surabaya.

6 RT di RW VIII Kampung Lawas Maspati, semuanya mencatat prestasi dalam lomba kebersihan Green and Clean. Masyarakatnya mandiri secara lingkungan dan juga mengembangkan ekonomi produktif. (goek)

rekening gotong royong