oleh

Berkoperasi dan Inovasi, Pengrajin Sepatu di Kota Malang Mampu Bertahan di Masa Pandemi

-UMKM-163 kali dibaca

KOTA MALANG – Di antara serbuan sepatu impor dan turunnya daya beli di masa pandemi Covid-19, sejumlah pengrajin alas kaki asal Kota Malang masih terus berproduksi. Berkoperasi dan tak henti berinovasi menjadi kunci para pengrajin masih bisa mengisi pundi-pundinya dengan rupiah.   

Adalah Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Gadang Sejahtera yang berlokasi di Jl Gadang RT 03 RW 06, tempat berhimpun puluhan pengrajin sepatu setempat. Mulanya, para anggota kelompok adalah para buruh di pabrik-pabrik sepatu di luar Kota Malang.

“Mereka sebelumnya bekerja di pabrik-pabrik sepatu di luar kota. Setelah mendapatkan ilmu dan memiliki kemampuan membuat sepatu, mereka berinisiatif untuk membuat usaha sepatu sendiri,” ungkap Ferry Kurniawan, anggota DPRD Kota Malang yang getol membina kelompok tersebut.

Diwawancarai pdiperjuangan-jatim.com, Rabu (6/10/2021) wakil rakyat dari PDI Perjuangan ini menjelaskan, dirinya telah melakukan pembinaan terhadap KUBE Gadang Sejahtera semenjak 2016. Pembinaan dalam bentuk pendampingan peningkatan keahlian pembuatan dan penjualan sepatu.

Setelah Ferry Kurniawan terpilih dan bertugas sebagai anggota dewan, hubungan dengan para pengrajin masih berkelanjutan. Malah, Ferry Kurniawan mendorong para pengrajin alas kaki itu untuk membentuk koperasi.

“Saya berinisiatif untuk mendirikan koperasi supaya kawan-kawan pengrajin sepatu ini mempunyai wadah yang kemudian bisa memfasilitasi akses permodalan dan memperluas jaringan penjualan mereka,” terangnya.

Saat ini, setelah berdirinya koperasi sejak tahun 2020 lalu, pria yang akrab disapa Sam Ferry tersebut mengungkapkan naiknya keuntungan yang diperoleh KUBE Gadang Sejahtera. Meski, lanjut dia, pengrajin sempat terimbas Pandemi Covid-19.

Namun, pandemi membuatnya tidak kehabisan inovasi. Dia mendorong KUBE Gadang Sejahtera ini untuk memanfaatkan teknologi digital. Dengan melibatkan anak-anak muda di sekitar yang “melek” digital, Ferry mencoba membantu pemasaran KUBE Gadang Sejahtera untuk merambah pasar jual beli online.

“Alhamdulillah, setelah kita mencoba pemasaran secara online ini, hasil penjualan kawan-kawan turut meningkat. Kemarin juga sempat dapat order dari luar kota seperti Probolinggo sebanyak 100 pieces (pcs),” terangnya.

Saat ini, KUBE Gadang Sejahtera sendiri telah menaungi lebih dari 25 pengrajin sepatu. Ferry menjabarkan, rata-rata pendapatan para pengrajin saat sekarang berkisar antara Rp 2,5 – 3,5 juta per bulan.

“Untuk sementara ini, karena masih pandemi, pendapatan kawan-kawan masih belum stabil. Rata-rata sekitar Rp 2,5 hingga 3,5 juta. Saat ini kita coba upayakan memaksimalkan profit dari platform jual beli online,” pungkas Anggota Komisi C DPRD Kota Malang tersebut.

Walaupun produk sepatu ini merupakan buatan asli arek Malang, Ferry mengungkapkan secara kualitas, sepatu-sepatu yang dihasilkan oleh para pengrajin di KUBE Gadang Sejahtera tidak kalah dengan sepatu impor yang memiliki harga jauh lebih tinggi.(ace/hs)