oleh

Berkas Lengkap, Jokowi-Ma’ruf Memiliki Rekam Jejak Baik

JAKARTA – Sekretaris Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Hasto Kristiyanto menyatakan, berkas pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo Dan Ma’ruf Amin telah dinyatakan memenuhi syarat oleh KPU.

Hasto menilai, kelengkapan seluruh persyaratan calon tersebut menunjukkan pasangan Jokowi-Ma’ruf memiliki rekam jejak baik.

“Tidak pernah menunggak pajak, melaporkan harta kekayaan apa adanya, persoalan utang-piutang clear, tidak pernah tersangkut pailit, dan pendeknya segala sesuatunya siap menampilkan karakter kepemimpinan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf yang merakyat, sederhana, tidak punya beban masa lalu, tidak pernah menyakiti rakyatnya sendiri,” kata Hasto, Selasa (21/8/2018).

Hasto menyebut pasangan lainnya yang diwarnai isu mahar dalam penetapan pasangan capres-cawapres. Menurutnya, berkas Jokowi-Ma’ruf Amin cepat selesai lantaran tak tersandung isu demikian.

“Bagi kami, pemimpin itu lahir melalui proses dan karakter yang baik. Di koalisi kami tidak ada jenderal kardus, dan penetapan murni pertimbangan untuk bangsa dan negara, tanpa dikotori praktik mahar Rp 1 triliun,” ujarnya.

Dia menyebut efektivitas kerja tim Koalisi Indonesia Kerja karena mengilhami kepemimpinan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang memiliki motto ‘lebih cepat, lebih baik’.

Hasto juga mengatakan tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf siap menampilkan kualitas demokrasi yang menyatu seperti yang ditunjukkan gaya kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf.

“Efektivitas kerja Tim Kampanye Koalisi Indonesia Kerja tersebut juga menyerap nilai-nilai kepemimpinan Pak JK, makin cepat makin baik,” tuturnya.

Dalam kompetisi Pilpres 2019 ini, Hasto sebelumnya menegaskan, Koalisi Indonesia Kerja tak akan menggunakan isu suku, agama, ras dan antargolongan hingga ujaran kebencian.

Dia mencontohkan nilai sportivitas dan keadilan dalam kompetisi olahraga, seperti Asian Games 2018.

“Urusan politik ini kita harusnya semua belajar dari apa yang terjadi di olahraga. Fairness, taat pada aturan main, enggak boleh pakai dopping. Dopping itu sama dengan tidak pakai isu yang memecah belah bangsa,” kata Hasto saat di Rumah Cemara 19, Jakarta, Minggu (19/8/2018) lalu.

Hasto juga mengingatkan, dua pasangan yang maju dalam Pilpres 2019 tak boleh menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan satu sama lain. Ibarat kompetisi olahraga, Pilpres 2019 harus berlangsung dengan adil dan kompetitif.

“Kita belajar dari politik olahraga yang baik bagi jiwa dan raga,” katanya. (goek)