SURABAYA – PDI Perjuangan menyambut gembira komitmen Wali Kota Eri Cahyadi yang memberikan insentif 100 persen bagi tenaga-tenaga kesehatan (nakes) yang berada di bawah naungan Pemerintah Kota Surabaya.
“Kita bergembira atas kebijakan Wali Kota Surabaya. Ini memberikan kepastian dan melegakan para nakes. Di masa pandemi Covid-19, para tenaga kesehatan berada di garis terdepan perjuangan. Mereka melayani pasien dan warga masyarakat, dengan risiko tertulari. Mereka layak mendapat insentif 100 persen,” ujar Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Khusnul Khotimah, Minggu (15/8/2021).
Tahun lalu, insentif para nakes dibayarkan penuh sesuai besaran tertinggi atau 100 persen. Kemudian tahun 2021, Pemkot Surabaya memberi insentif 75 persen.
Baca juga: PAD Naik, Eri: Untuk Tambahan Insentif Nakes Hingga Jadi 100 Persen
Hal ini sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No 01.07/MENKES/4239/2021, bahwa besaran insentif nakes dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan atau APBD masing-masing daerah.
Setelah mencermati perbagai perkembangan, termasuk penambahan pada Pendapatan Asli Daerah Surabaya, Eri Cahyadi memutuskan memberikan insentif 100 persen. Pemkot Surabaya akan membayarkan sisa yang 25 persen.
Dengan perkembangan itu, menurut Khusnul, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya mensupport penuh dalam ploting anggaran.

Terlebih sebentar lagi DPRD Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya akan melakukan pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggarah 2021.
“PDI Perjuangan sangat concern agar insentif para tenaga kesehatan bisa dipenuhi 100 persen, seperti komitmen Pak Wali kota,” ujar politisi yang juga Ketua Komisi D DPRD Surabaya ini.
“Jumlah tenaga kesehatan di Surabaya sekitar 48 ribu,” tambah Khusnul.
Menurutnya, para tenaga kesehatan telah bekerja ekstra keras menjaga rumah sakit milik Pemerintah Kota Surabaya dan Puskesmas-Puskesmas. Mereka menangani warga yang terpapar Covid-19, serta melakukan vaksinasi.
“Angka infeksi Covid-19 yang terus melandai di Surabaya, tidak terlepas dari kerja keras para tenaga kesehatan yang sudah berupaya maksimal memberikan layanan medis pada warga,” kata Khusnul.
Menurut laman lawancovid-19. surabaya.go.id pada Sabtu 14 Agustus 2021, angka positif Covid-19 di Surabaya tercatat 4.373 kasus. Ini jauh menurun dari beberapa pekan sebelumnya.
“Kita syukuri Surabaya sekarang sudah berada di zona oranye, yang sebelumnya di zona merah. Kasus-kasus aktif terus menurun. Semoga bisa memasuki zona kuning dan hijau,” ucapnya. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS