BANDUNG – Ketua Umum Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Ahmad Basarah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Joko Widodo atas keberhasilan Indonesia mengendalikan wabah pandemi Covid-19, sekaligus atas capaian Indonesia sebagai Presidensi G20.
Apresiasi ini dia sampaikan dalam pidato pembukaan Kongres IV PA GMNI di Trans Convention Center, Kota Bandung, Senin (6/12/2021). Kongres ke-4 PA GMNI ini diselenggarakan dengan metode hybrid.
“Kami mengucapkan selamat atas capaian Indonesia sebagai presidensi Forum G20 dan mendukung komitmen presiden untuk mengambil langkah strategis, guna memperkuat solidaritas dan kerjasama dari negara maju dalam mengurangi ketimpangan ekonomi dunia yang makin melebar,” ucap Basarah.
Baca juga: Presiden Jokowi Ajak PA GMNI Berkontribusi bagi Kemajuan Bangsa
“Capaian ini, tentu prestasi yang membanggakan kita semua, sebagai bagian dari anak bangsa,” tambahnya, di depan peserta Kongres PA GMNI yang dibuka Presiden Joko Widodo ini.
Dengan tema “Nasionalisme Menjawab Tantangan Zaman”, lanjut Basarah, kongres kali ini merupakan respon terhadap situasi dan kondisi kebangsaan yang dinamis mengikuti perkembangan dunia yang berubah cepat akibat globalisasi dan disrupsi di segala lini kehidupan masyarakat.
“Keduanya telah bersenyawa, menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi setiap negara bangsa di dunia. Siapa yang tidak bersiap akan tergilas dan menjadi penonton dari dunia yang sedang berubah,” jelas Basarah.

GMNI, beber Ketua DPP PDI Perjuangan ini, berdiri pada 23 Maret 1954. Menurutnya, organisasi pergerakan mahasiswa ini telah melahirkan berbagai tokoh yang kompeten di bidang pengabdiannya masing-masing.
Basarah menyebutkan, alumni GMNI tersebar mulai dari politisi, akademisi, penggiat hukum, menteri bahkan presiden.
“Namun meski berbeda-beda medan pengabdiannya, para alumni GMNI tetap berusaha menjaga komitmen dan konsistensi ideologisnya untuk menjaga negara Pancasila yang kita cintai bersama ini,” jelas Wakil Ketua MPR RI tersebut.
Tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, sebut Basarah, ke depan semakin berat. Masuknya ideologi-ideologi transnasional yang dibawa melalui perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menjadi tantangan yang harus bisa dijawab oleh PA GMNI.
Kapitalisme, liberalisme, dan ekstremisme agama adalah tantangan yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia dewasa ini. Oleh sebab itu dia mengajak PA GMNI di seluruh Indonesia untuk bisa melakukan elaborasi, adaptasi, dan kontekstualisasi nilai-nilai nasionalisme kita.
“Inti dari nasionalisme Indonesia adalah kesadaran tentang identitas, kepentingan, serta tujuan nasional. Sehingga diperlukan hadirnya persatuan nasional yang kokoh di antara semua komponen bangsa, agar kita bisa menjawab setiap tantangan zaman yang datang silih berganti,” tutur Basarah.
Momen Kongres di Bandung, imbuhnya, harapannya dapat melahirkan perpaduan antara romantisme sejarah masa lampau dengan kontekstualisasi nilai-nilai nasionalisme hari ini. “Di Kota Bandung inilah gagasan Bung Karno tentang nasionalisme dan Marhaenisme tumbuh,” pungkasnya. (ace/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS