Jumat
16 Oktober 2026 | 7 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Benarkah Pupuk Subsidi Langka? Begini Penjelasan Komisi B DPRD Jatim

PDIP-Jatim-Daniel-Rohi-16032022

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Daniel Rohi, mengatakan, alokasi pupuk bersubsidi untuk para petani di Jawa Timur harusnya telah terpenuhi, lantaran jumlah yang diberikan telah sesuai dengan input data yang masuk.

“Harusnya dari pusat sudah memenuhi jatah pupuk sepanjang data yang diberikan sesuai. Karena waktu kami bertemu dengan Petrokimia Gresik, pupuk itu tersedia, tidak langka. Hanya mungkin kali ini pas musim tanam dipakai pupuk habis, lalu dioper ke kota lain. Kadang ada kendala di situ,” ujarnya, Rabu, (16/3/2022).

Daniel menjelaskan, jika terjadi kelangkaan, maka hal tersebut terjadi karena dua hal, antara data petani tidak sesuai dengan permintaan atau ada oknum distributor yang terpaksa menjual pupuk tersebut ke orang lain dengan alasan uangnya tertahan untuk modal.

Seperti diketahui, syarat pengambilan pupuk bersubsidi adalah keanggotaan Kartu Tani. Sayangnya, pemilik Kartu Tani di Jawa Timur baru mencapai 60 persen, sehingga orang yang belum memiliki kartu tersebut, terpaksa membeli pupuk ke distributor dengan harga lebih mahal.

“Misal desa A dapat pupuk 10 ton, kalau jatah 10 ton ditebus oleh seseorang, petani mungkin belum punya uang. Sampai di hari H, petani belum bayar, sehingga pengepul ini akhirnya menjual ke orang lain,” ungkapnya.

Untuk itu, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur itu mendorong pemerintah desa membentuk Bumdes yang berfokus pada pertanian, guna mengkoordinir kelompok-kelompok tani dan memberikan dana talangan bagi petani yang belum sanggup membeli pupuk tersebut.

“Petani ini tidak punya uang untuk menebus pupuk, maka solusi yang saya berikan adalah Bumdes memberi dana talangan untuk membeli pupuk. Nanti, petani bayarnya setelah panen. Persoalannya di sini, akhirnya pupuk subsidi ini dijual menjadi non-subsidi, karena yang menebus ini duitnya tertahan,” jelasnya.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota melakukan subsidi berjenjang, tidak bergantung pada pemerintah pusat. Sudah sepatutnya, anggaran pertanian naik untuk mengantisipasi kelangkaan seperti ini. Jika nanti kelangkaan pupuk atau alokasi pupuk berkurang, maka pemerintah daerah sudah siap dengan cadangan alokasi dananya.

“Di Jawa Timur, untuk provinsi saja hanya 244 miliar, padahal pertanian ini adalah sektor yang menunjang ekonomi. Makanya, usul saya tiap anggaran provinsi untuk pertanian itu ada yang dicadangkan untuk alokasi pupuk, begitu juga di kabupaten/kota. Jangan hanya berharap dari pusat,” tandas Wakabid. Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu.

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sambut Hari Santri, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pemerintah ...
KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...