Kamis
24 September 2026 | 7 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bekali Bacaleg Artis, Sekjen PDIP Sampaikan Ini

pdip-jatim-pembekalan-caleg-artis1

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan partainya terus membekali para bakal caleg artis yang diusung di Pileg 2019. Hasto mengatakan lewat tangan para artis yang berkualitas, Indonesia yang berkepribadian di bidang budaya, sebagai salah satu cita-cita Trisakti Bung Karno, dapat diwujudkan.

“Bung Karno mengatakan Indonesia berkepribadian dalam kebudayaan, yakni kebudayaan kita. Bukan kebudayaan Amerika, bukan kebudayaan Eropa, bukan India, kebudayaan Arab, bukan kebudayaan China. Tapi Indonesia sebagai Taman Sarinya Kebudayaan besar dunia yang dibumikan dalam kepribadian bangsa Indonesia,” kata Hasto, dalam Pembekalan Bacaleg Artis Nusantara di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Dalam pembekalan itu, hadir belasan bacaleg artis PDI Perjuangan. Seperti Rano Karno, Tina Toon, Andre Hehanusa, Harvey Malaiholo, Jeffry Waworuntu, Angel Karamoy, Ian Kasela, Krisdayanti, Chica Koeswoyo, Sarry Koeswoyo, Lita Zen dan Kirana Larasati.

Hasto menjelaskan kaderisasi PDI Perjuangan, termasuk kepada para bacaleg artis, dilakukan untuk membangun watak kesadaran akan kebudayaan Indonesia. “Makanya jalan kaderisasi akan membuka kesadaran bahwa kita menghormati dan mengekspresikan rasa cinta tanah air,” ujarnya.

Hasto pun bercerita tentang sejarah kaderisasi partai Pancasilais. Dia mengatakan, kaderisasi baru bisa dilakukan PDIP pasca-reformasi 1998, setelah sebelumnya selama 32 tahun rezim Orde Baru memecah belah partai berlambang banteng ini.

“Maka ketika Ibu Mega bergabung dengan PDI tahun 1986, dan 1987 ikut pemilu lalu terpilih sebagai anggota DPR. Beliau ke daerah-daerah dan berjuang agar ‘tenggorokan rakyat’ yang selama ini tersumbat, bisa bersuara kembali,” tuturnya.

Bumbu Nusantara

Selain bicara kaderisasi, Hasto juga membahas tentang bumbu-bumbu nusantara yang menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia. Kekayaan cita rasa nusantara ini pernah ditulis Bung Karno dengan judul ‘Mustika Rasa’ pada tahun 1967.

“Dibahas apa yang namanya garam, merica, kemudian daun pandan, cengkeh, jeruk purut, lada putih, kunyit, lada hitam. Itu bumbu-bumbuan kita yang luar biasa,” urai Hasto.

“Tidak ada negara di manapun sekaya kita dalam hal aneka cita rasa bumbu-bumbu. Bung Karno mengatakan, makanan Indonesia ini bercitarasa surga, bayangkan,” tambah dia.

Kekayaan cita rasa nusantara yang kemudian disajikan lewat makanan-makanan dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955.

“Ada soto, bajigur, ubi kayu. Itu menu utama kita. Sekarang kita meninggalkan itu. Jadi nanti kalau kampanye, buatlah apotek hidup. Kita minum jamu, tauco, tempe, tahu, buntil, oncom,” ujarnya.

Dia menjelaskan ada pesan ideologis di balik upaya Bung Karno mempopulerkan bumbu nusantara tersebut. “Dari lidah dan perut rakyat Indonesia tidak boleh terjajah oleh makanan impor,” ujar Hasto mengutip pesan sang proklamator.

“Bung Karno, itu kesukaannya sayur lodeh. Nah ini kita populerkan kembali,” kata Hasto yang disambut riuh tepuk tangan.

Pada pembekalan selanjutnya, akan dilakukan untuk kelompok purnawirawan TNI dan Polri; ilmuwan dan akademisi; dan kelompok tokoh-tokoh agama. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, selanjutnya akan diadakan sekolah Partai. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Gelar LKBB untuk Ribuan Pelajar, Pemkab Banyuwangi Wadahi Kreativitas dan Bakat Anak Muda

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) untuk pelajar. ...
LEGISLATIF

DPRD Lamongan Siap Kawal Tuntutan Mahasiswa soal Transparansi Dana DBHCHT

LAMONGAN — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK ...
LEGISLATIF

Puan Minta Reformasi Tata Kelola Lapas Usai Temuan Fasilitas Istimewa

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah melakukan reformasi mendasar terhadap tata kelola lembaga ...
LEGISLATIF

Said Abdullah: Bukan UU Baru, Aturan Turunan P2SK dan Kelembagaan yang Perlu Diakselerasi

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Said Abdullah menilai kebutuhan mendesak sektor keuangan saat ini bukan ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Dorong Hidroponik dan Greenhouse untuk Petani Muda Blitar

BLITAR – Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Guntur Wahono mendorong pengembangan pertanian hidroponik dan greenhouse ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Gandeng Bintang Timur Gelar Coaching Clinic Futsal ke Sekolah SD-SMP

SURABAYA — Wali Kota Eri Cahyadi merancang program coaching clinic futsal yang melibatkan langsung pemain dan ...