Sabtu
12 September 2026 | 7 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Begini Cara Santoso Pekerjakan Warga Kota Blitar Terdampak Pandemi

pdip-jatim-santoso-csw-02

BLITAR – Pemkot Blitar menargetkan Kota Blitar menjadi kota tanpa kumuh dengan cara mempekerjakan masyarakat terdampak Pandemi Covid-19. Target itu dilakukan melalui program Cash For Work (CSW) atau tunai padat karya.

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Blitar Santoso saat melaunching Program Cash For Work (CFW) Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), di Gedung Graha Bhakti, Kelurahan Kepanjen Lor, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, Senin (26/4/2021).

Santoso menyampaikan, selain memperbaiki keadaan Kota Blitar agar mencapai target kota tanpa kumuh, program tersebut juga untuk memperbaiki infrastruktur yang sudah tersedia di setiap wilayah, serta untuk merawat infrastruktur yang sudah tersedia.

“Bagaimana pun infrastruktur yang sudah ada dapat dirawat dengan baik bersih dari kekumuhan, sehingga manfaat yang dihasilkan bisa berguna untuk semua masyarakat,” katanya.

Sedangkan untuk wilayah yang menjadi proyek padat karya ini, jelas Santoso, terdapat 4 kelurahan di Kota Blitar. Yakni, Kelurahan Kepanjen Kidul, Kelurahan Kepanjen Lor, Kelurahan Kauman, dan Kelurahan Bendogerit.

“Dipilihnya 4 kelurahan tersebut karena di kelurahan yang lain sudah pernah dilakukan. Jadi ini program yang bertahap dan juga dicermati berdasarkan tingkat kekumuhan di masing-masing kelurahan,” jelas kader Banteng ini.

Di samping itu, kata dia, masyarakat yang ada di 4 Kelurahan itu bisa direkrut menjadi pekerja agar bisa melakukan perawatan infrastruktur di wilayah masing-masing. Anggaran yang diberikan setiap kelurahan sebesar 300 juta.

“Mudah-mudahan hasilnya sangat bagus, bagaimana semuanya bisa menjaga program padat karya, masyarakat yang pencahariannya hilang karena Covid-19, bisa dilibatkan,” imbuh Santoso.

Dikatakan Santoso, program CFW ini berkaitan pula dengan upaya pemerintah untuk mitigasi pandemi Covid-19, dengan memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga berpenghasilan rendah, masyarakat terdampak pandemi, seperti korban PHK, penghasilan menurun, dan sebagainya.

“Jadi kegiatan ini dimaksudkan untuk percepatan pemulihan ekonomi masyarakat setelah terdampak pandemi Covid-19,” pungkas dia. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Desil Bukan Lagi Acuan Tunggal, Pemkot Surabaya Libatkan Warga dan Pemuda Verifikasi Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola penentuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan tidak ...
KRONIK

Raker PP Bamusi, Gus Falah Sampaikan Urgensi Ukhuwah Wathoniyah Ormas-ormas Islam

CIANJUR – Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) menggelar rapat kerja untuk merumuskan program ...
EKSEKUTIF

Wawali Mojokerto: Jaminan Sosial Ketenagakerjaan adalah Hak Dasar Setiap Pekerja

MOJOKERTO – Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi menegaskan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan ...
KRONIK

Buka Raker PP Bamusi, Hasto Kristiyanto Ingatkan Pengurus Hadirkan Islam Revolusioner

CIANJUR — Islam, menurut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, tidak boleh berhenti sebagai agama ritual. Ia ...
KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...