oleh

Basarah: Bangsa Ini Berhutang Budi pada Muhammadiyah

MALANG – Sejarah mencatat bahwa tokoh­tokoh Muhammadiyah telah berkontribusi nyata dalam perjuangan melawan penjajahan, hingga berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Baik perjuangan secara langsung dengan mengangkat senjata maupun melalui cara­cara diplomatis.

Bahkan, menurut Dr Ahmad Basarah Muhammadiyah memiliki andil besar dalam membangun bangsa Indonesia di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial kemasyarakatan. Dan peran itu sudah dilakukan Muhammadiyah jauh sebelum Indonesia merdeka sampai detik ini.

“Berdirinya bangsa Indonesia ini tidak lepas dari peran penting Muhammadiyah melalui tokoh­tokohnya, seperti sang pendiri KH Ahmad Dahlan, Panglima TNI pertama Jenderal Sudirman, dan masih banyak lainnya.Bangsa ini berhutang budi dengan Muhammadiyah,” ungkap Ketua Badan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI, di Aula UMM Inn Malang, Kamis (23/2).

Politisi PDI Perjuangan yang mengangkat tema “Penguatan Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara untuk Mewujudkan Kedaulatan Energi” menegaskan kembali bahwa hubungan antara kelompok nasionalis dan Islam sangatlah erat sejak dulu, dan tidak bisa dipisahkan. Jika diibaratkan, lanjut Basarah hubungan itu bagaikan rel kereta api yang beriringan, saling mengikat dan saling menguatkan.

“Jika salah satu elemen tidak kuat atau tidak mau menguatkan, bahkan terlepas, maka akan sangat membahayakan. Sebuah gerbong ini bisa celaka dan berakibat fatal bagi penumpangnya. bahkan akan timbul kehancuran,” Basarah mengibaratkan kondisi bangsa.

Di akhir pidatonya Basarah berpesan, Islam dalam hal ini Muhammadiyah harus terus bergerak dan bersinergi dengan Pemerintah. Itu dilakukan dalam rangka merawat kebhinekaan dan kebangsaan menuju Indonesia yang berkemajuan.

“Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar kedua harus tetap dan terus bersinergi dengan Pemerintah,” pungkas Basarah di hadapan peserta Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI yang dalam hal ini Pemuda Muhammadiyah se­Indonesia. (pwmu)