oleh

Bamusi PDI Perjuangan Bangun Kerja Sama dengan Ulama Mesir

KAIRO – Sekretaris Dewan Penasihat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Ahmad Basarah bertemu dengan Ketua Niqobatul Ashraf (Perhimpunan Keluarga Keturunan Nabi Muhammad SAW), yang juga Wakil Ketua I Parlemen Mesir, Sayyid Mahmoud El Sharif di Kantor Pusat Niqobatul Ashraf di Kairo Mesir Rabu (28/12/2016).

Pertemuan tersebut juga dihadiri Syaikh Usama Sayyid Al Azhari, penasihat Presiden Mesir untuk urusan agama, Syaikh Muhammad Abu Hasyim, Wakil Rektor Universitas Al Azhar dan anggota Niqabatul Ashraf lainnya yang merupakan tokoh-tokoh penting di Mesir.

Sedang Basarah didampingi Dubes RI untuk Mesir di Kairo, Helmy Fauzy, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Dwi Ria Latifa.

Menurut Basarah, pertemuan ini untuk membangun kerja sama antara Bamusi dengan ulama-ulama Mesir khususnya yang bergabung dalam Perhimpunan Niqabatul Ashraf yang beraliran Sunni.

“Kerja sama yang kami bangun, untuk mengembangkan dan mensosialisasikan konsep  Islam moderat dan Rahmatan Lil Alamin,” kata Basarah, dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Dalam pertemuan tersebut Ahmad Basarah menyinggung peranan penting Presiden pertama RI, Soekarno dengan negara Mesir, khususnya dengan Presiden Mesir Kedua, Gamal Abdul Nasser yang telah meletakkan fondasi kokoh dalam  membangun hubungan bilateral Indonesia dan Mesir.

Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan ini juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Mesir karena nama Presiden Soekarno telah diabadikan menjadi nama salah satu jalan penting di Kairo dengan nama Jalan Ahmed Soekarno hingga saat ini.

Dalam rangka terus meningkatkan kerja sama dan hubungan baik tersebut, Ahmad Basarah juga berharap agar ke depan ulama-ulama Mesir dapat terus melakukan dialog secara intensif dengan ulama ulama di Indonesia guna mencari solusi dan mengampanyekan pentingnya Islam yang rahmatan lil aalamin.

Dubes Helmy Fauzy dalam pertemuan tersebut  membahas pentingnya hubungan kedua negara, baik antar masyarakat (people to people) maupun hubungan antar pemerintah (G to G). Pertemuan juga membahas upaya  untuk memperkuat kerja sama kedua negara khususnya di bidang agama dan budaya serta ekonomi.

Dalam pertemuan tersebut juga digarisbawahi mengenai peranan Mesir dalam mendidik mahasiswa Indonesia melalui Universitas Al Azhar, dimana keberadaan mahasiswa Indonesia merupakan aset penting dalam upaya untuk menyebarkan ajaran Islam yang moderat sekembalinya mereka ke Indonesia.

Selain itu,  juga dibahas komitmen kedua negara untuk terus mengembangkan serta menjadi pioner bagi pemahaman dan pengamalan ajaran Islam yang toleran yang dapat hidup berdampingan dengan pemeluk-pemeluk agama lainnya dengan damai dan saling menghormati di seluruh dunia.

Dengan demikian, diharapkan,  Islam akan dapat memainkan peranan penting dalam menciptakan perdamaian dunia yang berdasarkan perikemanusiaan dan keadilan sosial bagi seluruh umat manusia. (goek)