Selasa
21 Juli 2026 | 8 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bamusi Kota Malang Sebar ‘Virus Entrepreneur’ Hadapi Bonus Demografi

pdip-jatim-makan-ikan-sidoarjo

MALANG – Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Cabang Kota Malang kembali menggelar pelatihan membuat bakso. Pelatihan kewirausahaan ini sebagai upaya Bamusi Kota Malang menghadapi bonus demografi, atau besarnya persentase penduduk usia produktif.

Ketua PC Bamusi Kota Malang Didik Supriyanto,ST mengatakan, salah satu tantangan besar pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah menghadapi trend bonus demografi, di mana komposisi penduduk didominasi usia produktif. Pada tahun 2015 hingga 2030, kata Didik, komposisi penduduk usia muda lebih banyak ketimbang usia anak dan usia tua.

“Pada saat itu jumlah angkatan kerja sangat melimpah. Hal ini bisa jadi bencana jika tidak disiapkan sejak dini karena bisa kalah saing dan akhirnya kesulitan mendapatkan pekerjaan,” kata Didik Supriyanto, Minggu (22/2/2015).

Bonus demografi, urai dia, adalah kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) jauh lebih besar ketimbang penduduk nonproduktif (0-14 dan 65 tahun ke atas). Kondisi ini dapat dilihat dari rasio ketergantungan terendah, yaitu 100 penduduk usia produktif hanya menanggung sekitar 44 usia non-produktif.

Menurut Didik, hal itu terjadi karena menurunnya jumlah anak yang dimiliki keluarga Indonesia. Itu artinya beban yang ditanggung penduduk produktif makin sedikit.

Politisi muda PDI Perjuangan ini menambahkan, semua pihak sejak saat ini harus siap menghadapi bonus demografi. Sebab, bonus demografi hanya bisa dinikmati jika angkatan kerja yang berlimpah berkualitas, yakni berkualitas dari segi kesehatan, kecukupan gizi, pendidikan dan lebih-lebih pada keterampilan

Oleh karena itu, jelasnya, pelatihan pembuatan bakso sebagai salah satu ikhtiar peningkatan kualitas penduduk usia muda tersebut. “Kita membangun dengan otak, bukan membangun dengan otot. Jadi semua elemen harus bergotong-royong melakukan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya sehingga sehingga memiliki daya saing di era pasar bebas saat ini,” ujarnya.

“Yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan tersebut adalah sumber daya yang cerdas berketerampilan. Keunggulan daya fisik dan mental ditambah keterampilan yang cakap akan membuat bonus demografi lebih terasa,” pungkas Didik. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Sepak Bola Membuat Orang-orang Blitar Duduk Bersama

DINI hari biasanya identik dengan jalanan yang lengang. Tetapi Senin (20/7/2026), halaman Kantor DPC PDI Perjuangan ...