Jumat
04 September 2026 | 12 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bamusi Kota Malang Sebar ‘Virus Entrepreneur’ Hadapi Bonus Demografi

pdip-jatim-makan-ikan-sidoarjo

MALANG – Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Cabang Kota Malang kembali menggelar pelatihan membuat bakso. Pelatihan kewirausahaan ini sebagai upaya Bamusi Kota Malang menghadapi bonus demografi, atau besarnya persentase penduduk usia produktif.

Ketua PC Bamusi Kota Malang Didik Supriyanto,ST mengatakan, salah satu tantangan besar pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah menghadapi trend bonus demografi, di mana komposisi penduduk didominasi usia produktif. Pada tahun 2015 hingga 2030, kata Didik, komposisi penduduk usia muda lebih banyak ketimbang usia anak dan usia tua.

“Pada saat itu jumlah angkatan kerja sangat melimpah. Hal ini bisa jadi bencana jika tidak disiapkan sejak dini karena bisa kalah saing dan akhirnya kesulitan mendapatkan pekerjaan,” kata Didik Supriyanto, Minggu (22/2/2015).

Bonus demografi, urai dia, adalah kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) jauh lebih besar ketimbang penduduk nonproduktif (0-14 dan 65 tahun ke atas). Kondisi ini dapat dilihat dari rasio ketergantungan terendah, yaitu 100 penduduk usia produktif hanya menanggung sekitar 44 usia non-produktif.

Menurut Didik, hal itu terjadi karena menurunnya jumlah anak yang dimiliki keluarga Indonesia. Itu artinya beban yang ditanggung penduduk produktif makin sedikit.

Politisi muda PDI Perjuangan ini menambahkan, semua pihak sejak saat ini harus siap menghadapi bonus demografi. Sebab, bonus demografi hanya bisa dinikmati jika angkatan kerja yang berlimpah berkualitas, yakni berkualitas dari segi kesehatan, kecukupan gizi, pendidikan dan lebih-lebih pada keterampilan

Oleh karena itu, jelasnya, pelatihan pembuatan bakso sebagai salah satu ikhtiar peningkatan kualitas penduduk usia muda tersebut. “Kita membangun dengan otak, bukan membangun dengan otot. Jadi semua elemen harus bergotong-royong melakukan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya sehingga sehingga memiliki daya saing di era pasar bebas saat ini,” ujarnya.

“Yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan tersebut adalah sumber daya yang cerdas berketerampilan. Keunggulan daya fisik dan mental ditambah keterampilan yang cakap akan membuat bonus demografi lebih terasa,” pungkas Didik. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan Tambahan Rp1,235 T Jangan Berujung SiLPA

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim agar tidak ...
KRONIK

Madura Berselawat, Bupati Fauzi Berharap Berdampak Positif bagi Pembangunan

SUMENEP – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama masyarakat mengikuti ...
KRONIK

Bupati Lukman: Jabatan Kepala Sekolah Itu Amanah Besar, Muaranya Harus untuk Kepentingan Anak

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen pendidikan agar setiap ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Boyong Peternak ke DPR RI dan Kementan Terkait Anjloknya Harga Telur

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan memboyong perwakilan peternak dan koperasi peternak daerah bertolak ke ...
KRONIK

Bupati Jember Tawarkan Tenaga Ahli, Widarto: Persoalan DPRD Bukan Kemampuan Anggota

JEMBER – Wacana Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberikan tenaga ahli kepada setiap anggota DPRD justru ...
LEGISLATIF

Desil Tak Akurat, Zulham Soroti Warga Miskin hingga Disabilitas di Malang Kehilangan Bansos

MALANG – Ketidakakuratan klasifikasi tingkat kesejahteraan atau desil membuat sejumlah warga miskin dan kelompok ...