Kamis
08 Oktober 2026 | 11 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bakul Lombok Pun Terharu Bisa Duduk Bersama Cucu Bung Karno

pdip-jatim-puti-pasar-sayur-magetan1

MAGETAN – Mata Mbah Sayem, 75, berkaca-kaca, saat diajak dialog cucu sang proklamator kemerdekaan RI, Puti Guntur Soekarno, jelang sore, Senin (5/2/2018).

Bakul lombok yang menggelar dagangannya di depan stan polowijo di Pasar Sayur Magetan itu tidak pernah bermimpi diajak bicara cucu proklamator Bung Karno.

Bibirnya yang mengeriput lebih banyak tersenyum, meski matanya sembab. Dia mengaku senang bisa duduk bersama cucu Presiden pertama RI tersebut.

“Ibu putrinya Bu Mega,” tanya Mbah Sayem kepada Puti yang duduk di sebelahnya.

“Bukan Mbah, saya putrinya Pak Guntur Soekarnoputra, anak pertama Bung Karno. Pak Guntur itu kakaknya Ibu Mega,” jelas Puti.

Itu sepenggal dialog Puti dengan pedagang Pasar Sayur Magetan. Beberapa kali, Puti menyempatkan waktu sesaat untuk mengajak dialog pedagang, untuk menyerap segala uneg-uneg mereka.

Seperti saat dialog dengan Suparti, pedagang sawi. Kepada Puti dan Gus Amik, Calon Bupati Magetan, Suparti mengeluhkan dagangannya sepi.

Bisa jadi, kata Suparti, kondisi itu dia alami karena lokasi jualannya tidak menempati stan yang memadai, dan agak kumuh.

Penataannya juga pengap, sehingga bisa membuat pembeli tidak nyaman. :Ini jadi perhatian kami, Gus Ipul dan saya, terkait penataan pasar tradisional,” kata Puti.

Bagaimanapun juga, tambah Puti, pasar tradisional harus dijaga dan dikembangkan sebagai sentra ekonomi kerakyatan.

“Penataan harus, aksesnya gampang, stan tertata, lingkungannya juga harus menunjang kenyamanan bagi semua pengunjung,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Puti, ada penggunaan teknologi dalam pengelolaan majemen pasar. Selain itu, soal iuran pedagang tidak mahal, sehingga tidak merugikan pedagang.

Kalau kami diberi kesempatan memimpin Jawa Timur, akan melakukan revitalisasi pasar-pasar tradisional.

Sementara itu, saat mengelilingi pasar didampingi Cabup-cawabup Magetan Miratul Mukminin atau Gus Amik – Joko Suyono (Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan).

Puti tidak canggung untuk cangkruk dan makan di warung pecel Bu Parti, asal Kauman Magetan. Pun banyak pedagang yang mengajak Puti untuk berfoto bersama.

Pada suatu kesempatan, Puti menghentikan langkah ketika melihat seorang ibu yang menggendong anak kecil berusia sekitar 9 bulan.

Puti teringat, saat masa kecil yang selalu digendong oleh neneknya, Fatmawati waktu berada di dalam rumah.

“Saya teringat saat di rumah, Ibu (Fatmawati) selalu memanggil saya untuk duduk di sebelahnya, kadang juga digendong. Apalagi sekarang ini tepat kelahiran ibu, jadi teringat beliau,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

29 Ribu Rutilahu Mengantre, Eri Irawan Minta Verifikasi Lapangan Diperketat

SURABAYA – Sekitar 29 ribu usulan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) masih mengantre untuk mendapatkan penanganan di ...
KRONIK

Belum Tunjukkan Tahapan Konkret, DPRD Jember Pertanyaan Proyek PLTSa Pakusari

JEMBER – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di tempat pembuangan akhir (TPA) Pakusari, ...
MILANGKORI

Doding Rahmadi: Pendidikan Agama Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai salah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Calon Dewas RRI Perhatikan Nasib Kontributor, Honorer, dan PPPK

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta calon Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik ...
KRONIK

Gandeng BSI, Bupati Ipuk Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

BANYUWANGI – Upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi terus diperkuat melalui kolaborasi banyak pihak. Kali ini, ...
EKSEKUTIF

Eri Ungkap Alasan 13 Kepala PD Surabaya Diganti: Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah dalam setahun. Evaluasi ...