oleh

Baksos Baguna Pusat Sasar Keluarga Pra-sejahtera

pdip-jatim-baksos-baguna-pusatPONOROGO – Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPP PDI Perjuangan, Sabtu (27/8/2016) hari ini menggelar bakti sosial di Desa Pandak, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia, sekaligus mengawal program kesehatan pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla.

Dipimpin langsung Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Pusat, Ribka Tjiptaning, baksos yang menyasar keluarga pra sejahtera ini diikuti kurang lebih 200-an warga.

Sebanyak 67 orang di antaranya mengalami keterbelakangan mental sejak kecil. Mereka datang ke lokasi baksos dijemput mobil Baguna, sampai ada yang dibopong.

Mereka diberi pengobatan gratis dan konsultasi kejiwaan dengan lima orang tim konseling dari Universitas Indonesia. Selain itu juga diberikan sembako, handuk dan selimut.

Ribka mengatakan sengaja memilih Pesa Pandak untuk lokasi bakti sosial khusus hari kemerdekaan kali ini. “Dari informasi tim advance Baguna, katanya Desa Pandak ini masih jarang menerima bantuan dibandingkan empat desa lain yang mengalami kondisi sama (warga keterbelakangan mental-red),” jelas Ribka.

Dia juga mendengar di desa ini masih banyak warga yang belum punya sarana MCK pribadi. Ada MCK umum dan kebanyakan masih mandi dan buang hajat di sungai.

“Ini 71 tahun merdeka lho, masa kakus saja tidak punya. Ini persoalan serius dan mendasar,” ujarnya.

Kegiatan baksos ini sesuai pesan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Bahwa setiap kader PDI Perjuangan itu harus siap menangis dan tertawa bersama rakyat.

Karena dengan itu lah kepercayaan masyarakat akan tumbuh, sehingga kader-kader PDI Perjuangan bisa dipercaya kembali memimpin di negeri ini.

Sementara itu Kepala Desa Pandak, Yaimun mengaku terharu ketika melihat warganya yang mengalami keterbelakangan mental diminta duduk di deretan kursi depan oleh Ribka. “Baru kali ini saudara-saudara kami diperlakukan dengan hormat. Biasanya kalau ada acara, mereka duduknya di belakang,” ungkap dia.

Pada kesempatan itu, Ribka menyatakan, PDI Perjuangan tidak akan berhenti sampai selesainya baksos ini saja. Ke depan, kader PDI Perjuangan di legislatif dan struktural partai harus mengawal agar persoalan hak kesehatan dan kesejahteraan warga terpenuhi.

“Kalau obat saja tiga hari akan habis. Lebih penting lagi adalah mengawal hak kesehatan warga. Dicek BPJS-nya sudah dapat belum, kartu Indonesia pintar (KIP)-nya bagaimana, raskin dapat atau tidak. Bedah rumah juga mesti dapat. Harus dikawal karena itu hak saudara-saudara kita ini,” tegasnya.

Selain Ribka, hadir pula dalam kegiatan ini anggota DPR RI Sirmadji, fungsionaris DPC PDI Perjuangan Ponorogo, muspika Kecamatan Balong, dan aparat Desa Pandak. (sa)