oleh

Bagian dari Budaya Bangsa, Gus Ipul-Mbak Puti Jaga Eksistensi Sigaret Kretek

-Berita Terkini-8 kali dibaca

LAMONGAN – Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno menegaskan komitmennya, untuk menjaga eksistensi pabrik sigaret kretek di wilayah Jawa Timur khususnya. Pasalnya, sigaret kretek adalah warisan budaya bangsa Indonesia.

Penegasan ini disampaikan Puti, saat menyapa ribuan buruh Mitra Produksi Sigaret (MPS) KUD Tani Mulyo Lamongan, di Desa Karanglangit, Jalan Raya Lamongan-Babat, Selasa (20/3/2018).

Selain itu, sebut Puti, setiap pabrik sigaret kretek banyak menyerap tenaga kerja hingga ribuan orang sehingga dapat meminimalisasi angka pengangguran di Jatim.

“Industri rokok kretek ini harus dipertahankan karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Kita akan dorong tetap bisa berkembang dan maju,” kata Puti.

Jika dipercaya memimpin Jawa Timur melalui Pilgub Jatim 2018, dia bersama Gus Ipul akan mengomunikasikan hal tersebut dengan pemerintah pusat. Sebab, persoalan yang menyangkut pabrik rokok, merupakan kebijakan pemerintah pusat.

“Sehingga harus ada komunikasi terus untuk melihat permasalahan dan tidak sekadar melakukan penutupan agar ibu-ibu pekerja di pabrik sigaret kretek tidak kehilangan pekerjaan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, cucu Presiden pertama RI Bung Karno itu juga mengampanyekan beberapa program yang sudah disusun pasangan nomor urut 2, seperti program pendidikan gratis bagi SMA/SMK negeri.

“Ibu-ibu semua, Gus Ipul dan saya punya rencana kebijakan pendidikan gratis untuk SMA/SMK. Kami berdua berharap, program ini dapat meringankan beban rumah-tangga masyarakat,” kata Puti.

“Kalau pendidikan gratis, maka dananya bisa ditabung atau dipakai memenuhi keperluan lain,” lanjut dia.

Untuk rencana kebijakan pendidikan gratis itu, keduanya memperkirakan akan menelan Rp 1,5 triliun.

“Kalau ibu-ibu sekalian setuju program pendidikan gratis, tolong bantu kami, Gus Ipul dan saya. Mari, kita menangkan Pilkada Jawa Timur 27 Juni 2018,” kata Puti Guntur.

Mendengar itu, sontak respon ibu-ibu menjadi riuh gemuruh. “Setujuuuu, Mbak Puti,” kata ibu-ibu pekerja pabrik serempak.

Selain Dik Dilan, Mbak Puti juga memaparkan akses modal usaha untuk orang tua perempuan tunggal miskin. Juga soal layanan kesehatan tanpa tolak, dan beberapa program kerja lainnya.

“Semoga dengan program yang kami tawarkan, ibu-ibu bisa menjadi perempuan yang hebat dan menjadi perempuan super di rumah tangganya,” harap Puti Guntur. (goek)