SURABAYA – Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengutus tiga peserta dalam acara Pendidikan Kader Perempuan Tingkat Nasional (PKPN) yang diselenggarakan DPP secara hybrid, temu muka dan online, di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, pada Kamis sampai Minggu (23-26/2/2023).
Tiga peserta dari Jawa Timur bagian dari 100 peserta yang mengikuti acara. Mereka; Elok Hanifah dari DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo, Ana Anianti dari DPC Banyuwangi, dan Trisna Roosita dari DPC Nganjuk. Ketiganya mengikuti pendidikan dari Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Jl Kendangsari Industri Nomor 57 Surabaya.
Menurut Wakil Ketua Bidang sekaligus Kepala Badiklatda DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Daniel Rohi, PKPN sebagai upaya Partai dalam mendorong kepemimpinan dari kalangan perempuan. “PDI Perjuangan menempatkan perempuan pada posisi yang setara dengan laki-laki,” katanya.

Pria yang juga Anggota DPRD Jatim ini menambahkan, animo perempuan menjadi anggota PDI Perjuangan terbilang tinggi. “Animo perempuan terlibat dalam politik, di PDI Perjuangan, juga meningkat. Baik sebagai caleg maupun pengurus,” katanya.
Berita terkait: Buka Pendidikan Kader Perempuan, Megawati: Masuk PDI Perjuangan Itu Bukan Hanya Mikir Jadi Legislatif
Wakil Sekretaris Badiklat Jatim, Agiz Y Leonard menambahkan, pihaknya mengikutsertakan tiga kader dalam PKPN sesuai kuota seperti diinstruksikan DPP.
“Dari ketiga kader tersebut, dua diantaranya adalah yang terbaik saat mengikuti pendidikan kader madya,” ungkap Agiz.

Sementara itu, ketiga peserta mengaku berbangga mewakili Jawa Timur dalam kegiatan PKPN.
“Tentunya sangat senang dan bangga sekali karena dari Jawa Timur hanya 3 orang saja yang berangkat dan ditugaskan mengikuti pendidikan kader perempuan tingkat nasional tahun 2023 ini,” jelas salah seorang peserta, Elok Hanifah, Minggu (26/2/2023).
Elok menilai, banyak materi yang ia dapatkan terutama tentang kesetaraan gender berkaitan dengan kepemimpinan.
“Dalam konteks kepemimpinan, sejatinya perempuan dan laki-laki memiliki peran yang sama (equal),”tegasnya. (drw/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS