Jumat
17 April 2026 | 2 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Bupati Ipuk Koordinasi dengan Pertamina Gelar Operasi Pasar

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-25072023

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi bergerak cepat mengatasi masalah pasokan LPG 3 kg. Berkoordinasi dengan Pertamina, Pemkab Banyuwangi menggelar operasi pasar di 12 titik se-Banyuwangi dalam pekan ini. Per titik dialokasikan 1.600 tabung LPG 3 kg. Total 19.200 tabung LPG 3 kg disediakan.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pertamina dan juga agen-agen elpiji LPG 3 kg untuk mengatasi persoalan ini. Setelah kita monitor beberapa hari, ada keluhan kesulitan mendapatkan LPG di pasaran, kita langsung meminta Pertamina gelar operasi pasar,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat mengecek operasi pasar, Senin (24/7/2023).

Operasi pasar LPG 3 Kg akan digelar di 12 lokasi di Banyuwangi. Setiap harinya, ada dua titik operasi dengan kuota sebanyak 1.600 tabung di setiap titik.

“Operasi pasar ini solusi taktis. Paralel dengan itu kita terus koordinasi dengan Pertamina agar tidak ada lagi masalah pasokan LPG 3 Kg yang sangat dibutuhkan oleh warga kurang mampu, UMKM, warung-warung kecil, pedagang keliling,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu berharap tidak terjadi kepanikan sehingga memicu penimbunan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab.

“Akan terus kami monitor. Kami koodinasi terus dengan Pertamina,” jelasnya.

Bupati Ipuk juga mengingatkan, LPG 3 Kg tersebut merupakan produk subsidi. Hanya diperuntukkan bagi warga pra sejahtera.

“Jadi, LPG 3 Kg tidak diperuntukkan bagi warga yang mampu. Apalagi untuk yang industri, rumah makan atau jenis usaha lainnya. Nanti sidak dengan tim untuk memastikan ketelatan sasaran,” tegasnya.

Larangan penggunaan LPG bersubdi tersebut, tambah Bupati Ipuk, juga ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviani, menyebutkan operasi pasar akan digelar sampai Sabtu mendatang. Adapun jadwalnya, pada Senin (24/7/2023) di Gedung Djuang Banyuwangi dan Pasar Rogojampi; pada Selasa (25/7/2023) bertempat di halaman Kantor Kecamatan Genteng dan RTH Tembokrejo, Muncar.

Pada hari selajutnya dilaksanakan di RTH Pasar Benculuk dan Depan Kantor Kelurahan Kalipuro. Lalu disusul hari Kamis di Pasar Srono dan Purwoharjo. Pada Jumat bertempat di Lapangan Giri dan Pasar Glagah. Sedangkan Sabtu dilaksanakan di Licin dan depan Pasar Wongsorejo.

“Operasi pasar akan dibuka pada pukul 09.00 WIB. Kami siapkan 1.600 tabung dengan harga HET Rp16 ribu,” ujarnya.

Bagi warga yang akan memanfaatkan pasar murah ini diminta membawa KTP dan membawa tabung kosong untuk ditukar.

“Setiap tabung harus satu orang dan satu KTP yang bersangkutan,” pungkasnya. (aras/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Said Abdullah: Pers Harus Jadi Pilar Keempat Demokrasi dan Kontrol Kekuasaan

Saat menerima penghargaan PWI Jatim di HPN 2026, Said Abdullah menegaskan pers harus menjadi pilar keempat ...
HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...