Kamis
11 Juni 2026 | 3 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Armuji Usulkan Pasar Kapas Krampung sebagai Sentra Batu Akik Surabaya

pdip jatim - Pameran Batu Akik

pdip jatim - Pameran Batu AkikSURABAYA – Terkait rencana penataan pusat pasar batu mulia atau batu akik di Kota Pahlawan, Ketua DPRD Surabaya Armuji berpendapat, Pasar Kapas Krampung sebagai alternatif terbaik. Pilihan terhadap Pasar Kapas Krampung atau Pasar Tambahrejo ini setelah pihaknya melakukan survei terhadap sejumlah pasar di Surabaya.

“Kami lebih memilih Pasar Kapas Krampung. Teknik penempatannya tinggal nanti dibicarakan dengan instansi terkait dan pedagang batu mulia yang sekarang masih menempati pasar Kayun dan Pasar Turi,” kata Armuji, Senin (22/6/2015).

Selain kesiapan fasilitas meliputi stan permanen dalam jumlah yang cukup menampung pedagang ditambah lahan parkir yang memadai, papar Armuji, Pasar Kapas Krampung berada di lokasi yang mudah dijangkau pengunjung. Lokasi pasar tersebut tidak jauh dari pusat kota dan dilalui oleh berbagai jenis kendaraan umum yang datang dari berbagai jurusan.

“Baik pedagang maupun pengunjung sudah tidak perlu repot lagi untuk ke sana. Mau naik kendaraan pribadi maupun angkutan bisa dengan mudah dan cepat,” ujar legislator yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu.

Seperti diketahui, menggeliatnya perdagangan batu mulia di Surabaya yang tidak seimbang dengan fasilitas pasar yang ada. Dewan pun mengusulkan agar Pemkot Surabaya segera melakukan langkah penataan, dan segera mencarikan tempat yang representatif untuk pusat perdagangan batu mulia.

Pasar Kayun dan Pasar Turi yang selama ini dipakai untuk jual beli barang berharga tersebut dinilai sudah tidak memadai. Jumlah pengunjung yang kian membeludak dari hari ke hari membuat kedua pasar yang memang kurang luas itu, terasa sesak.

Keberadaan pasar batu permata, tambah Armuji, memang sudah selayaknya mendapatkan perhatian serius Pemkot Surabaya. Mengingat anemo masyarakat untuk menjadikan Surabaya sebagai barometer pusat perdagangan batu permata sangat besar.

Para pedagang maupun pembeli dari berbagai wilayah di Jawa Timur, luar daerah bahkan luar negeri setiap hari datang ke Surabaya. “Kalau melihat geliat yang begitu besar, perputaran uangnya sudah tidak diragukan lagi, pasti besar. Sayang bila peluang yang menopang laju perekonomian warga ini dibiarkan berjalan begitu saja,. Karenanya kami mendesak agar segera dilakukan penataan,” tegas dia. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Panen Perdana Posko Pangan, PDIP Jombang Targetkan Ekspansi di 21 Kecamatan

JOMBANG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menargetkan pembentukan posko pangan di seluruh atau 21 kecamatan di ...
LEGISLATIF

Said Abdullah: Pemerintah Harus Terbuka terhadap Kritik di Tengah Tekanan Rupiah dan IHSG

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah membuka diri terhadap kritik di tengah pelemahan rupiah dan ...
SEMENTARA ITU...

Stadion GDJ Kediri Dikebut, Mas Dhito Bidik Bisa Digunakan pada 2027

Pemerintah Kabupaten Kediri mengalokasikan Rp57 miliar untuk melanjutkan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati ...
SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...