Arab Saudi Tangguhkan Layanan Umroh, Jokowi: Kita Hargai!

 84 pembaca

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menghargai keputusan pemerintah Arab Saudi untuk menangguhkan sementara pelayanan umroh bagi warga dari luar kerajaan demi mencegah penyebaran virus Corona baru (COVID-19).

Jokowi menjelaskan, Arab Saudi mengutamakan kesehatan warga negaranya, di tengah semakin meluasnya wabah virus Corona baru dengan jumlah korban jiwa yang terus meningkat.

“Kita menghargai, kita menghormati, karena apa pun yang namanya kesehatan itu dinomorsatukan oleh pemerintah Arab Saudi,” kata Jokowi di Jakarta, Kamis (26/2/2020).

Dirinya menerima informasi terkait penangguhan sementara, tersebut pada Rabu (27/2/2020). Menurutnya, penangguhan layanan umroh itu tidak hanya untuk Indonesia, tapi juga berlaku untuk semua negara.

Sebelumnya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menangguhkan seluruh kunjungan ke negara tersebut, baik untuk tujuan umrah maupun kunjungan ke Masjid Nabawi, untuk sementara waktu.

Dalam keterangan resmi yang diunggah Kemenlu Arab Saudi melalui akun Twitter resmi mereka, pihak Kerajaan terus mengikuti perkembangan yang terjadi.

Dengan demikian, sesuai dengan rekomendasi dari otoritas kesehatan yang berkompeten, Kerajaan bersikap untuk mengimplementasikan standar internasional tertinggi yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) guna menghentikan, mengendalikan, dan menghilangkan virus tersebut.

“Kerajaan menegaskan bahwa prosedur ini bersifat sementara dan harus terus-menerus dievaluasi oleh pihak yang berwenang,” tulis keterangan resmi Kemenlu Arab Saudi.

Menurut laporan WHO per tanggal 25 Februari 2020, kasus COVID-19 yang terkonfirmasi secara global mencapai 81.109 dengan penambahan 871 kasus baru yang meliputi 459 kasus baru di 37 negara di luar China dan 412 kasus baru di China.

Di antara negara yang melaporkan kasus COVID-19 ada negara berpenduduk Muslim seperti Uni Emirat Arab, Malaysia, Irak, Iran, Kuwait, Bahrain, Afghanistan, Oman, Mesir, dan India. (goek)