Selasa
16 Desember 2025 | 10 : 06

Ara: Agar Tak Kebablasan, Demokrasi Harus Sesuai Pancasila

pdip-jatim-Ara-Maruarar-Sirait

JAKARTA – Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait menegaskan, demokrasi yang kebablasan bisa mengganggu stabilitas negara. Karena itu, Maruarar menyerukan seluruh elemen bangsa menjalankan demokrasi sesuai falsafah negara, Pancasila.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, semua elemen harus ikut menjaga kesatuan bangsa, negara demokrasi, penegakan hukum dan Pancasila. Menurutnya, demokrasi jangan kebablasan karena akan mengganggu proses pembangunan.

“Tidak boleh anarkis. Demokrasi jangan kebablasan karena akan mengganggu stabilitas negara,” kata Maruarar, Sabtu (25/2/2017).

Politisi muda yang akrab disapa Ara ini menekankan, Indonesia adalah negara yang demokratis. Pemerintahan Jokowi-JK berhasil membangun negara demokratis secara berkualitas.

Meski pemerintahan Jokowi-JK sangat kuat yang didukung oleh rakyat maupun kekuatan politik di Senayan, lanjut Ara, hal itu tidak membuat pemerintahan menjadi represif. Demokrasi tetap berjalan sebagaimana amanat konstitusi.

“Beda pendapat boleh. Kita negara demokrasi yang menghargai segala perbedaan yang ada. Kita negara hukum maka jangan anarkis,” ujarnya.

Dia menambahkan, menggelar aksi demo di depan Istana juga tidak masalah. Menurutnya, kritik boleh yang penting tidak anarkis.

“Dari situ terlihat Pak Jokowi sudah menunjukkan bagaimana berdemokrasi yang baik. Itu kelebihan Pak Jokowi. Pak Jokowi sudah sangat demokratis. Oleh karena itu TMP terus mengawal jalannya pemerintahan,” tegas anggota DPR RI ini.

TMP sebagai organisasi sayap PDI Perjuangan, terang Ara, terus berupaya menjadikannya sebagai wadah anak-anak muda di negeri ini untuk berkumpul mengasah karakter berasaskan Pancasila.

Selain itu TMP hadir sebagai tempat berkarir dan berproses dalam bidang politik.

“Hal terpenting yang kita tanamkan adalah karater dengan ideologi yang kuat berdasarkan Pancasila. Punya ideologi dan memiliki akar rumput yang kuat juga,” tuturnya.

Oleh karena itu, sebut Ara, maka tak mengherankan jutaan mantan aktivis mahasiswa dan pengacara atau profesional muda bergabung di TMP. Selain itu seniman, olahragawan dan pengusaha.

“Kita ingin tanamkan nilai-nilai Pancasila ke anak muda karena mereka-lah generasi penerus bangsa ini,” kata dia.

Pancasila, imbuhnya, adalah rumah bagi semua warga negara Indonesia. Di rumah Pancasila lah, berbagai warna kulit, beragam etnis, bermacam-macam agama dan ras bisa hidup bersama dengan rasa persaudaran dan gotong royong.

“Karena itu, Pancasila harus dipertahankan oleh semua warga negara. Meski berbeda-beda, kita adalah satu,” pungkas Ara. (goek)

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Permukiman Kota Jember Dikepung Banjir, 2 Legislator Banteng Ini Langsung Gercep ke Lokasi Terdampak

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto dan Anggota Fraksi PDI Perjuangan Wahyu Prayudi Nugroho bergerak cepat ...
KABAR CABANG

Jelang Konfercab dan Konferda, DPC PDIP Surabaya Matangkan Konsolidasi Organisasi

SURABAYA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya memastikan pada Desember tahun ini seluruh ...
HEADLINE

Konferda–Konfercab Serentak di Surabaya, PDI Perjuangan Jatim Mantapkan Konsolidasi Pasca Kongres

SURABAYA — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memastikan kesiapan pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) dan ...
KABAR CABANG

Konferda-Konfercab Serentak, Momentum Berdayakan Kader Perempuan

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi sambut Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) 38 ...
KRONIK

Sonny Dorong Kemandirian Budidaya Ikan, Perkuat Pokdakan dengan Bantuan Nila

BANYUWANGI – Upaya memperkuat sektor perikanan budidaya berbasis masyarakat terus dilakukan anggota Fraksi PDI ...
RUANG MERAH

Lima Kunci Kemenangan Banteng Jawa Timur dalam Soekarno Cup 2025

Oleh Eri Irawan TIM BANTENG Jawa Timur binaan DPD PDI Perjuangan Jatim berhasil menjuarai turnamen sepak bola ...