Minggu
06 September 2026 | 12 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Apresiasi Kada yang Berhasil Turunkan Stunting, Kusnadi: Jangan Kendorkan Semangat

pdip-jatim-220528-kusnadi-tulungagung-1

TULUNGAGUNG – Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Kusnadi mendorong semua pihak, khususnya semua kepala daerah di provinsi ini, tidak mengendorkan semangat dalam upaya menurunkan angka stunting.

Semangat kebersamaan dalam menurunkan angka stunting ini, kata Kusnadi, untuk mendukung upaya pemerintahan Presiden Jokowi yang menargetkan prevalensi stunting sebesar 14 persen di tahun 2024.

Secara nasional, sebut Kusnadi, kasus kondisi kurang gizi kronis saat ini persentasenya di kisaran 24,4 persen. Sedang di Provinsi Jatim pada tahun lalu, sebutnya, di kisaran 23 persen.

Dengan kerja sama semua pihak, dia optimistis, kasus stunting di provinsi ini bisa ditekan lebih cepat. Apalagi, sebutnya, di beberapa kabupaten/kota di Jatim angka stunting menunjukkan penurunan signifikan.

Baca juga: Kusnadi Ajak Ibu-ibu Desa di Lamongan Lebih Perhatikan Tumbuh Kembang Anak-anaknya

“Dari data statistik, Tulungagung sudah 5 sekian persen, lalu Kabupaten Nganjuk 7 sekian persen. Ini artinya, program pemerintah pusat yang dilaksanakan di daerah berjalan luar biasa,” kata Kusnadi, usai acara di sebuah hotel di Tulungagung, Jumat (27/5/2022) malam.

“Dan sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim saya bangga, karena daerah yang dipimpin kader Banteng sudah masuk zona hijau stunting seperti di Tulungagung dan Nganjuk, serta kabupaten/kota lainnya berhasil menurunkan angka stunting. Mereka sudah on the track,” sambungnya.

Kerja sama semua pihak, baik di kabupaten/kota, serta tingkat Pemerintah Provinsi Jatim, diharapkan Kusnadi, menjadi menjadi sumbangsih besar masyarakat Jawa Timur untuk menyiapkan generasi unggul, generasi yang bakal memimpin negeri ini.

Senada, Ketua DPRD Tulungagung Marsono dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tulungagung Susilowati yang mendampingi Kusnadi selama di Kota Marmer mengatakan, dalam menangani masalah stunting harus dilakukan bersama semua pihak.

Seperti di Tulungagung, jelas Marsono, dalam setiap program pemerintahan yang dipimpin kader Banteng ini, jargonnya selalu menekankan kolaborasi dan harmonisasi seluruh stakeholder, OPD maupun lembaga.

“Jadi menurut kami, harmonisasi merupakan kunci pokok untuk menuju sebuah keberhasilan. Termasuk dalan program penuntasan kasus stunting di Kabupaten Tulungagung ini,” ujar Marsono, yang juga Bendahara DPC PDIP Tulungagung tersebut.

Sedang Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung Susilowati mengatakan, dalam masalah stunting sebagaimana arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, khusus di Tulungagung tidak ada kendala.

Sebab, Bupati dan Wabup Tulungagung saat ini sama-sama kader Banteng. Juga Ketua DPRD Tulungagung.

“Sehingga masalah koordinasi, sinergi dengan pihak pemkab dalam masalah penurunan stunting, lebih mudah. Juga dengan program lainnya,” jelas politisi yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tulungagung ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Novita: Budaya Harus Jadi Kekuatan Ekonomi, Infrastruktur Wajib Jadi Prioritas

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong agar kebudayaan tidak berhenti sebagai atraksi yang ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara ...
LEGISLATIF

Model Malang Berhasil, Untari Akan Perluas Pelestarian Aksara Jawa ke Seluruh Sekolah di Jatim

MALANG – Keberhasilan penerapan model pembelajaran dan pelestarian aksara Jawa di sejumlah sekolah di Malang ...
KRONIK

Waktu Tinggal Tiga Bulan, Widarto Pesimistis APBD Jember 2026 Terserap Optimal

JEMBER – Tambahan ruang fiskal Kabupaten Jember mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, waktu untuk membelanjakannya ...
KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...