oleh

Anas: Madura Perlu Perhatian dan Penanganan Khusus

BANGKALAN – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kembali melakukan safari silaturahmi pasca ditetapkan sebagai bakal calon wakil gubernur dari PDI Perjuangan, pada Pilkada 2018.

Setelah kawasan Mataraman, kali ini Anas melakukan perjalanan di wilayah Madura, mulai Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep.

Menurut Anas, bahwa Madura adalah sumber kekuatan Jawa Timur. Sehingga kedepannya Madura harus menjadi skala prioritas.

“Karena dari identifikasi masalah kemiskinan dan sosial di Jawa Timur, Madura adalah salah satunya yang perlu perhatian khusus dan penanganan khusus,” kata Anas.

Saat di Bangkalan, Bupati Banyuwangi ini juga memenuhi undangan Sekolah Tinggi Tarbiyah Islam Miftahul Ulum (Stitmu) di Kecamatan Modung, yang menggelar wisuda.

Sebelum ke Stitmu, dia bersilaturahmi ke Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan bersama jajaran pengurus lainnya. Ikut mendampingi Anas, yakni Wakil Sekretaris DPD PDIP Jatim SW Nugroho.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan Fatkhurrahman mengatakan, pihaknya sangat senang bisa dikunjungi Anas yang resmi maju pada Pilgub Jatim.

”Tidak ada pesan khusus, cuma yang jelas kami pasti akan mensuport penuh, dan siap untuk memenangkan PDIP di pesta demokrasi nanti,” ujarnya.

Saat di Bangkalan, Anas menyempatkan diri mampir ke Bebek Sinjay di Jalan Raya Ketengan, Tunjung Burneh, Bangkalan. Anas menikmati seporsi bebek sinjay yang sangat melegenda tersebut.

“Saya memang penggemar bebek sinjay. Apalagi dari Jembatan Suramadu kan tidak seberapa jauh, jadi pas di Surabaya kadang sering mampir di pusat bebek sinjay di sini, tapi sesekali juga mampir yang cabangnya di Surabaya,” ujarnya.

“Yang paling senang sambal pencitnya. Rasanya khas. Bumbu bebeknya juga meresap, cocok berpadu sama sambalnya,” kata Anas yang memang menyukai makanan pedas.

“Yang tambah bikin pas ini minumnya kelapa segar. Saya kira ini kekayaan kuliner Madura yang luar biasa,” imbuh pria berusia 44 tahun itu.

Anas mengatakan, kuliner bisa menjadi penggerak sedikitnya dua aspek. Pertama, untuk mempromosikan daerah tersebut.

“Setiap bilang daerah tertentu, orang akan langsung mengingat-ingat apa kuliner khasnya. Jadi mudah untuk promosi daerah lewat jalur kuliner,” ujar Anas.

Kedua, menggerakkan ekonomi lokal. Menurut Anas, sektor kuliner bisa diandalkan saat ekonomi sedang lesu. Bisa dikatakan, sektor kuliner merupakan penyangga ekonomi yang luar biasa. (goek)