Kamis
14 Mei 2026 | 6 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Akhirnya Muncul ‘Penantang’ Risma-Whisnu di Pilkada Surabaya

pdip jatim - Rasiyo-Abror

pdip jatim - Rasiyo-AbrorSURABAYA – Kandidat yang diusung PDI Perjuangan di Pilkada Surabaya, Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana tidak lagi sebagai calon tunggal. Di akhir-akhir masa perpanjangan pendaftaran calon, koalisi Partai Demokrat dan PAN mendaftarkan pasangan Rasiyo-Dhimam Abror ke KPU Surabaya, Selasa (11/8/2015) sore.

Rasiyo-Abror mengenakan baju putih dan berpeci tiba di KPU Surabaya sekitar pukul 15.40 WIB. Keduanya langsung menuju lantai tiga, ruang registrasi pendaftaran. Pasangan ini mengklaim bisa menjadi lawan sebanding petahana Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana.

“Saya bukan orang baru. Seluruh masyarakat Surabaya, bahkan Jatim tahu siapa saya,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Jatim dua periode, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur itu.

Sebelum keduanya mendaftar, depan kantor KPU Surabaya di Jalan Adityawarman dipenuhi ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat yang menggelar demonstrasi. Mereka mengritik partai politik yang tidak berani mengusung calon wali kota dan wakil wali kota dalam Pilkada Surabaya 2015.

Perwakilan massa pengunjuk rasa sempat memberi cenderamata berupa obat kuat kepada pimpinan KPU Surabaya. Korlap aksi, Afrizaldi, mengatakan bahwa obat kuat yang diberikan kepada pimpinan KPU dimaksudkan agar KPU menjadi lebih kuat, tegas, dan tidak “loyo”dalam mengambil keputusan.

“KPU harus kuat dari tekanan partai yang sedang melakukan aksi ‘begal politik’,” katanya.

Dalam mengawal Pilwali Surabaya, KPU dinilai tidak bertindak tegas, khususnya dalam mengambil kebijakan perpanjangan masa pendaftaran pasangan calon walikota dan wakil walikota Surabaya.

“Saat sudah tidak ada lagi yang mendaftar, harusnya KPU menetapkan satu-satunya pasangan yang mendaftar sebagai kontestan pilwali, bukan membuka pendaftaran lagi,” ujarnya.

Pendemo juga menggelar aksi teatrikal dengan membawa dua ekor sapi untuk didaftarkan sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dalam di Pilkada Surabaya. Dua ekor sapi itu merupakan bentuk sindiran warga kota Surabaya kepada partai-partai yang tidak berani mengusung pasangan calon pada pilwali Surabaya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...
KRONIK

Bu Risma Melayat ke Rumah Duka Sopir Ambulans Baguna Sidoarjo, Serahkan Santunan BPJS Rp 118,5 Juta

​SIDOARJO – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS ...
KRONIK

Pedagang Pasar Mangu Kerap Kirim Video Atap Bocor ke Dinas, Yang Datang Anggota Dewan

MAGETAN – Keluhan pedagang Pasar Mangu Takeran atas kerusakan fasilitas kerap disampaikan kepada pihak pengelola ...
EKSEKUTIF

Rijanto Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Jelang Perayaan Waisak di Blitar

Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten ...
KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...