Minggu
30 Agustus 2026 | 2 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Akhirnya Muncul ‘Penantang’ Risma-Whisnu di Pilkada Surabaya

pdip jatim - Rasiyo-Abror

pdip jatim - Rasiyo-AbrorSURABAYA – Kandidat yang diusung PDI Perjuangan di Pilkada Surabaya, Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana tidak lagi sebagai calon tunggal. Di akhir-akhir masa perpanjangan pendaftaran calon, koalisi Partai Demokrat dan PAN mendaftarkan pasangan Rasiyo-Dhimam Abror ke KPU Surabaya, Selasa (11/8/2015) sore.

Rasiyo-Abror mengenakan baju putih dan berpeci tiba di KPU Surabaya sekitar pukul 15.40 WIB. Keduanya langsung menuju lantai tiga, ruang registrasi pendaftaran. Pasangan ini mengklaim bisa menjadi lawan sebanding petahana Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana.

“Saya bukan orang baru. Seluruh masyarakat Surabaya, bahkan Jatim tahu siapa saya,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Jatim dua periode, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur itu.

Sebelum keduanya mendaftar, depan kantor KPU Surabaya di Jalan Adityawarman dipenuhi ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat yang menggelar demonstrasi. Mereka mengritik partai politik yang tidak berani mengusung calon wali kota dan wakil wali kota dalam Pilkada Surabaya 2015.

Perwakilan massa pengunjuk rasa sempat memberi cenderamata berupa obat kuat kepada pimpinan KPU Surabaya. Korlap aksi, Afrizaldi, mengatakan bahwa obat kuat yang diberikan kepada pimpinan KPU dimaksudkan agar KPU menjadi lebih kuat, tegas, dan tidak “loyo”dalam mengambil keputusan.

“KPU harus kuat dari tekanan partai yang sedang melakukan aksi ‘begal politik’,” katanya.

Dalam mengawal Pilwali Surabaya, KPU dinilai tidak bertindak tegas, khususnya dalam mengambil kebijakan perpanjangan masa pendaftaran pasangan calon walikota dan wakil walikota Surabaya.

“Saat sudah tidak ada lagi yang mendaftar, harusnya KPU menetapkan satu-satunya pasangan yang mendaftar sebagai kontestan pilwali, bukan membuka pendaftaran lagi,” ujarnya.

Pendemo juga menggelar aksi teatrikal dengan membawa dua ekor sapi untuk didaftarkan sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dalam di Pilkada Surabaya. Dua ekor sapi itu merupakan bentuk sindiran warga kota Surabaya kepada partai-partai yang tidak berani mengusung pasangan calon pada pilwali Surabaya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Futsal Cup 2026, Rebutkan Piala MH Said Abdullah dan Tabanas

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar Turnamen Futsal Cup 2026 antar-Pimpinan Anak Cabang ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Event di Daerah Jangan Cuma Ramai, UMKM Lokal Harus Ikut Panen

NGAWI — Event yang digelar di daerah jangan berhenti menciptakan keramaian. Anggota Komisi VII DPR RI Novita ...
KRONIK

Wujud Kepedulian, Hj. Ansari Salurkan 116 Unit Bantuan ATENSI Kemensos di Pamekasan

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menyalurkan 116 unit bantuan alat bantu fisik bagi ...
KABAR CABANG

Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pucanglaban Dikukuhkan, Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengukuhkan pengurus Ranting dan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Ajak Generasi Muda Terlibat Kelola Sampah

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus melakukan sosialisasi dan mengajak berbagai elemen ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Senori, Minta Pemkab Tak Lambat Respon Kekeringan

TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menerjunkan tim Badan Penanggulangan Bencana ...