Selasa
03 November 2026 | 7 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Agatha Ajak Generasi Muda Jaga Jejak Sejarah dan Budaya Kota Surabaya

PDIP-Jatim-Agatha-Retnosari-16102023

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Agatha Retnosari, bekerjasama dengan Pemuda Peduli Surabaya menggelar workshop dengan tajuk “Surabaya Urban Heritage” di Aria Hotel Surabaya, Minggu (15/10/2023).

Menurut Agatha, kegiatan workshop tersebut merupakan upaya pihaknya untuk menambah wawasan kesejarahan bagi generasi muda, terutama tentang kekayaan heritage dan culture Kota Surabaya.

“Jas merah adalah pesan Presiden Pertama Indonesia, Sukarno, yang tidak boleh dilupakan termasuk jejak Sukarno di Surabaya,” ujar Agatha.

Agatha mencontohkan rumah lahir Bung Karno di Pandean IV dan rumah HOS Tjokroaminoto di Peneleh VII yang menjadi jejak Sukarno di lingkungan Peneleh Surabaya adalah bagian dari heroic urban landscape (HUL). Peneleh memang sebuah kawasan cagar budaya yang sangat berpotensi sebagai daerah tujuan wisata di Kota Surabaya.

Di kawasan ini tidak hanya terdapat dua objek wisata sejarah, akan tetapi masih ada objek-objek lain sebagai penunjang kawasan bersejarah, seperti Makam Eropa Peneleh, sumur Jobong, Masjid Jamik Peneleh, dan Jembatan Peneleh.

“Sukarno pernah berada di kawasan itu, mulai dia lahir dan ngekos di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto,” jelasnya.

Anggota Komisi B DPRD Jatim itu juga mengajak peserta untuk lebih mengenal Surabaya sebagai kota bersejarah, terutama sejarah yang berkaitan dengan jejak riwayat dan gagasan Trisakti Sukarno.

Menurutnya, salah satu konsep Trisakti Sukarno, berkepribadian dalam kebudayaan, merupakan amanat bagi dirinya dan generasi muda untuk melestarikan sejarah dan kebudayaan yang ada.

“Sejarah dan budaya menjadi identitas yang melekat, sehingga sudah selayaknya kita semua mempertahankan kenangan terhadap segala hal yang pernah terjadi di Kota Surabaya,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Nanang Purwono, ahli sejarah Kota Surabaya, yang menjadi narasumber pada workshop tersebut, mengatakan, jika sejarah yang saat ini diamati di Surabaya kebanyakan adalah bangunan kolonial peninggalan Eropa.

“Padahal Surabaya mempunyai banyak hal yang klasik, yang sangat Nusantara,” ujar Nanang.

Nanang menjelaskan, Kampung Peneleh merupakan salah satu contoh lokasi wisata yang menyimpan banyak sekali sejarah. Banyak tokoh penting yang lahir dan hidup di sana dulunya. Sungai Kalimas sebagai salah satu penghubung dan urat nadi kehidupan orang Surabaya zaman dahulu, juga menjadi salah satu saksi sejarah.

“Kekuatan wisata di Surabaya itu sejarah dan arsitektural,” tuturnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...