Rabu
26 Agustus 2026 | 10 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Adian: Pengorder Saracen Harus Diungkap

pdip-jatim-adian-napitulu

JAKARTA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Adian Napitupulu geram dengan Saracen, kelompok penyebar informasi palsu atau hoax yang kini telah diamankan Bareskrim Polri.

Dia mengaku tak habis pikir, dengan tindakan sekelompok orang yang menikmati hidup dengan cara menyebarkan kebencian dan mengadu domba sesama anak bangsa.

“‎Kok ada orang bisa dan mau makan dari kebencian. Ada apa dengan bangsa kita ini? Aneh,” kata Adian, di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Yang tidak kalah penting, lanjutnya, adalah pengungkapan pihak-pihak yang mengorder Saracen ini. Menurutnya, tidak mungkin kelompok ini bisa bertahan tanpa ada pemasukan dari pihak luar.

“Kalau ini semacam usaha jasa memproduksi kebohongan dan kebencian. Yang harus dicari adalah siapa yang menggunakan jasa itu,” ujar anggota Komisi VII DPR itu.

Dia beranggapan jika tindakan adu domba yang dilakukan Saracen ini tak ubahnya dengan tindakan yang dilakukan Belanda kepada kerajaan-kerajaan di Nusantara pada berabad-abad silam.

Dan hal ini, jelasnya, tidak seharusnya dilakukan oleh putra-putri bangsa karena dapat memicu disintegrasi bangsa.

“Jadi kalau ada yang menyebarkan kebencian dan SARA itu, menurut gue dia berpotensi untuk tidak sejalan dengan NKRI,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia minta kepolisian harus segera memeriksa‎ orang-orang yang namanya diduga masuk dalam struktur kelompok Saracen. Pasalnya, beberapa nama tersebut telah beredar di dunia maya.

“Ya harus diperiksa dong. Ada hubungannya apa nggak,” pungkasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo minta kepolisian dapat mengusut tuntas siapa saja yang harus bertanggung jawab dibalik sindikat Saracen yang kerap menebar ujaran kebencian dan hoax di media sosial.

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Johan Budi Sapto Pribowo mengatakan, Presiden mengapresiasi langkah tim Siber Polri yang berhasil menangkap sindikat Saracen. Sebab apa yang dilakukan Saracen dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ini tidak hanya bertabrakan dengan UU ITE dan sejenisnya, tapi tentu bisa merusak persaturan kesatuan bangsa kalau ini dibiarkan, maka Polri harus mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya,” ujar Johan Budi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah Dorong NU Fokus pada Agenda Keumatan

JAKARTA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah berharap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tidak ...
LEGISLATIF

Reses, Donny Bayu Sampaikan Gerakan Ayam Petelur Mandiri Tak Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat

BOJONEGORO – Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, Donny Bayu Setiawan, S.H., M.AP., menggelar ...
KRONIK

Sonny Minta Data Desil Warga Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso Divalidasi Ulang

BANYUWANGI – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PDI Perjuangan di Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, meminta ...
LEGISLATIF

Komisi B DPRD Jember Soroti Anggaran Banner Rp4,46 Miliar

JEMBER – DPRD Jember menyoroti anggaran pencetakan atribut sosialisasi pemerintah. Setelah biaya stiker bantuan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti Anggaran Mitigasi Bencana, Dorong Malang Bertransformasi Jadi Kota Tangguh

MALANG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang meminta Perubahan APBD (P-APBD) 2026 menjadi momentum memperkuat ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Ajak Pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Ngunut Ulangi Kejayaan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengajak pengurus Ranting dan Anak ...