oleh

Acungan Dua Jempol Puti untuk Desa Paringan Ponorogo, Mengapa?

-Berita Terkini-108 kali dibaca

SURABAYA – Geliat masyarakat Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo untuk mengubah image buruk desanya, mendapat acungan dua jempol tangan Cawagub Jatim Puti Guntur Soekarno.

Desa yang sebelumnya di-cap sebagai ‘Desa Gila” karena 60-an warga dari sekitar 6.500 warga mengidap schizophrenia (gila) itu, sekarang mulai dikenal masyarakat luar daerah sebagai salah satu jujugan wisata.

“Saya surprise dengan warga Desa Paringan, khususnya kaum ibu-ibu dan anak-anak mudanya. Mereka telah memanfaatkan potensi alam di wilayahnya menjadi tempat wisata alam yang makin hari banyak didatangi pelancong dari luar Ponorogo,” kata Puti, Minggu (17/6/2018).

Pada Kamis (7/6/2018) malam lalu, Puti Guntur menyempatkan waktu untuk mengunjungi Desa Paringan di sela lawatannya di Kabupaten Ponorogo. Selain silaturahmi dengan warganya, Puti juga mengikuti pengajian di lapangan Desa Paringan yang menghadirkan pelawak kondang H Sakirun (Kirun) sebagai penceramah.

“Saya juga surprise dengan hasil olahan makanan sebagai UMKM (usaha mikro kecil menengah) ibu-ibu Desa Paringan. Kulinernya sudah layak untuk menunjang Paringan sebagai jujugan wisata. Hanya perlu penguatan untuk memperluas pasarnya,” ujar Puti.

Menurut cucu proklamator kemerdekaan RI Bung Karno ini, di Paringan ada sebuah sungai bernama Kali Kajar yang layak menjadi lokasi petualangan seperti rafting atau arung jeram.

Namun karena kondisi sungai yang sempit dan jeram yang rapat, maka Kali Kajar layak menjadi tempat river tubing, petualangan menyusur sungai menggunakan ban karet atau ban karet bekas.

Soal wisata tubing di Kali Kajar, dia mendapat masukan dari Abidin, tokoh pemuda setempat yang mengkoordinir kelompok sadar wisata (pokdarwis) Desa Paringan. Di antaranya, pengembangan wisata Tubing Kali Kajar melambat karena kendala anggaran.

Menurut Puti, pasangan Cagub-cawagub Jawa Timur nomor urut 2 punya program yang bisa diberdayakan bagi kelompok masyarakat seperti masyarakat Desa Paringan.

Program tersebut di antaranya pengembangan tempat wisata berbasis pedesaan, yakni Seribu Dewi (Seribu Desa Wisata) dengan program turunannya seperti pemberdayaan usaha kuliner yang termasuk ekonomi kreatif.

“Produk makanan yang dihasilkan ibu-ibu di Paringan rasanya sudah enak. Hanya kemasannya perlu lebih kreatif inovatif, yang ini bisa dilakukan anak-anak muda,” katanya.

Sementara itu, Abidin, koordinator pokdarwis Tubing Kali Kajar yang beranggotakan 60-an pemuda desa mengatakan, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Suwendi SH, Paringan mengalami kemajuan pesat di berbagai bidang.

“Kalau dulu Paringan disebut ‘desa gila’, sekarang bisa dibilang ‘desa gila-gilaan’ majunya,” ujar Abidin.

Tubing Kali Kajar sendiri, sebutnya, mulai dibuka pada 2017 lalu. “Hanya, program perkembangan selanjutnya melambat karena ndak ada pendampingan dan binaan dari pemerintah,” ungkapnya.

“Semoga Ibu Puti bisa menjadi wakil gubernur mendampingi Gubernur Gus Ipul, lalu memperhatikan kami untuk mengembangkan Paringan sebagai desa wisata,” harap Abidin. (goek)