Kamis
20 Agustus 2026 | 5 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lomba Senam Sicita DPC Bojonegoro Gerakkan Ekonomi Rakyat Kecil, Begini Putaran Duitnya

FB_IMG_1694321694665_copy_964x604

BOJONEGORO – Lomba Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) digelar DPC PDI Perjuangan Bojonegoro secara berjenjang tak sekadar menjadi gerakan hidup bugar dan sehat. Juga turut memutar roda perekonomian masyarakat kecil.

Hingga hari Minggu (10/8/2023) atau pekan kedua babak penyisihan atau tingkat kecamatan, lomba senam kebugaran itu telah digelar di sejumlah tempat.

Lomba dimulai sejak 3 September itu, diikuti 22.467 peserta asal 27 kecamatan yang terwadahi dalam komunitas Sicita Bojonegoro. Lomba dilaksanakan berregu, memperebutkan total hadiah Rp 195 juta.

Untuk pemenang tingkat kecamatan, juara 1 mendapatkan hadiah Rp 7 juta, juara 2 Rp 5 juta dan juara 3 Rp 3 juta. Itu pun belum termasuk doorprize berupa barang pabrikan seperti kalung emas hingga kulkas.

Panitia juga berbelanja berbagai peralatan dapur buatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) macam sutil, serok penggorengan dan lain-lain hingga jutaan rupiah untuk doorprize.

Jasa persewaan peralatan acara seremoni juga dapat berkah. Panitia menyewa panggung, tenda, soundsytem. Belum termasuk printilan macam kertas, alat tulis, styrofoam untuk identitas regu peserta hingga tiang bendera.

Demikian pula jasa sewa mobil yang digunakan peserta untuk pergi pulang dari desa masing-masing ke tempat lomba.

Bisnis kuliner pun turut terciprat order. Sebab di beberapa tempat,  panitia membuka dapur umum. Jumlah peserta lomba mencapai ribuan di tiap tempat, turut menarik sejumlah pedagang maupun warga untuk mengais rezeki.

Soleh abidin salah satunya. Penjual pentol bakso keliling yang diwawancara pdiperjuangan-jatim.com saat lomba Sicita di Lapangan Desa Trenggulunan Kecamatan Ngasem, Sabtu (9/9/2023).

“Saya mengikuti terus mas lomba ini, karena saya berjualan keliling,” katanya.

Soleh hanya satu dari sekian pedagang yang terus membonceng lomba yang digelar dari satu kecamatan ke kecamatan lain, saban Sabtu dan Minggu. Selain Soleh, tampak pula pedagang kue atau minuman.

Tak hanya pedagang keliling, sejumlah warga yang mendadak berdagang juga mengadu untung dengan menjajakan rupa-rupa camilan hingga minuman.

“Lombanya ramai, kita bisa buka lapak juga. Ibu-ibu di sini juga pada buka (jualan) makanan dan minuman. Alhamdulillah, bisa dapat rejeki,” kata Vita Lakmini. (dian/hs)

.

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Banteng Jatim Pesta 6 Gol, Lolos Semifinal Soekarno Cup dan Bidik Juara Lagi

SURABAYA – Banteng Jawa Timur (Jatim) tampil menggila di babak perempat final Soekarno Cup 2026. Bermain di Stadion ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Desak Pemkab Benahi Perizinan Aset Daerah Usai Polemik Izin Alun-Alun

MAGETAN — Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito: Toleransi Beragama di Sekolah Harus Diteruskan Antar Generasi

Mas Dhito berpesan agar semangat toleransi antarumat beragama di sekolah terus dijaga dan diwariskan kepada ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Dorong Pergub Dipercepat agar Perda Tak Mandek di Aturan

SURABAYA – DPRD Jawa Timur menekankan pentingnya percepatan penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai aturan ...
LEGISLATIF

Martin Dorong Pemprov Jatim Bangun Cadangan Air di Wilayah Rawan Kekeringan Bondowoso

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Martin Hamonangan, mendesak Pemprov Jatim mengubah pola penanganan ...
KRONIK

Desak Usut Tuntas Kasus Ibu Aniaya Anak di Pamekasan, Hj. Ansari: Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta polisi untuk mengusut tuntas kekerasan ...