Rabu
05 Agustus 2026 | 12 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Begini PU Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan Terhadap LKPJ Bupati Tahun 2022

pdip-jatim-dprd-magetan-200623-pu-fraksi-1

Fraksi menyoroti sisa anggaran Rp 221,34 M, gagalnya program strategis, dan rencana pembangunan sirkuit balap di lahan produktif.

MAGETAN – Berbagai hal menjadi sorotan Fraksi PDI Perjuangan dalam rapat paripurna dengan agenda Pandangan Umum (PU) Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2022, Selasa (20/6/2023).

Ketua Fraksi DPI Perjuangan, Rita Haryati, dalam penyampaian PU meminta penjelasan kepada Bupati terkait sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) Tahun 2022 yang mencapai Rp 221.342.414.644. “Apakah cukup Silpa untuk menutup defisit APBD tahun 2023,” katanya.

Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti kegiatan atau program strategis dan program prioritas yang gagal dilaksanakan. Hal itu berpotensi menghambat capaian visi dan misi daerah, serta rendahnya serapan belanja modal.

“Bupati harus memberikan jawaban atas semua itu sehingga jelas dan sekaligus mencari sebab gagalnya proyek strategis,” ujar Rita Haryati yang juga bendahara DPC PDI Perjuangan Magetan.

Fraksi juga juga memberikan catatan kepada Bupati terkait perkembangan terkini. Semisal rencana pembangunan Ekoeduwisata hutan bambu atau Eco Bambu Park di Tinap, Sukomoro. Proyek direncanakan berdiri di atas lahan seluas 18 hektar dengan anggaran lebih dari Rp 50 miliar. Pengerjaan direncanakan mulai Agustus, namun saat ini sudah dilakukan penanaman pertama pohon bambu.

“Menggali potensi wisata itu sah-sah saja. Namun bukan berarti tanpa pertimbangan dan kajian yang matang,” kata Rita.  

PDI Perjuangan juga menyoroti rencana pembangunan sirkuit dan sekolah balap di Kecamatan Parang. Fraksi meminta rencana itu benar-benar dikaji ulang skala prioritasnya. Apalagi, lahan yang digunakan adalah lahan produktif. Sementara total anggaran direncanakan Rp 19 miliar, bersumber dari APBD Magetan sebesar Rp 4 miliar dan bantuan Provinsi Rp 15 miliar.

Sementara itu, Ketua DPRD Magetan Sujatno menyampaikan, pandanga umum fraksi-fraksi sebagai tahapan pembahasan laporan keterangan pertanggungjawaban bupati (LKPJ) tahun 2022.

“Pandangan umum fraksi mempertanyakan pelaksanaan Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang Proyek Strategis Nasional, termasuk Kabupaten Magetan yang seharusnya memperoleh exit tol, relokasi lingkungan industri kulit (LIK) dan pembangunan Sarangan,” katanya.

“Jika semua dapat terealisasi, akan berdampak pada perkembangan ekonomi di Magetan. Harapan kami peran dan fungsi masing-masing berjalan dengan baik,” pungkasnya. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Minta Trauma Healing Jadi Prioritas Penanganan Korban KMP Mutiara Sentosa II

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur minta pemerintah menjadikan trauma healing sebagai prioritas dalam ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Sepakati Anggaran Rp274 M untuk Tambahan Tunjangan Profesi Guru ASN

Komisi E DPRD Jatim memastikan alokasi Rp274 miliar melalui APBD untuk membayar tambahan TPG yang menjadi komponen ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Buka Jalan Talenta Muda Menuju Timnas dan Liga Profesional

Soekarno Cup 2026 diikuti 16 provinsi dengan target melahirkan talenta sepak bola yang mampu menembus klub ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Iuran HUT RI di Kampung Tidak Dipatok, Harus Sukarela

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta panitia peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik ...
KRONIK

Bupati Lukman Lepas Kontingen Jamnas XII: Menyala Pramuka Bangkalan!

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Minta Aparat Usut Tuntas Jaringan Penadah Pencurian Aset Publik

SURABAYA – Komisi C DPRD Kota Surabaya minta aparat penegak hukum mengusut tuntas jaringan penadah barang bekas ...