Minggu
31 Mei 2026 | 1 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PAC Waru Doa Bersama dan Tumpengan Memperingati Bulan Bung Karno 2023

IMG-20230611-WA0025_copy_959x539

SIDOARJO – PAC PDI Perjuangan Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo menggelar doa bersama untuk memperingati Bulan Bung Karno tahun ini.

Doa bersama disertai pemotongan tumpeng dilaksanakan di rumah Ketua PAC Waru  Raymond Tara, di Desa Pepelegi Kecamatan Waru, Sabtu (10/6/1023) malam.

Acara dihadiri pengurus PAC, Pengurus Ranting, mantan-mantan pengurus PAC dan tokoh senior Partai.

Ketua PAC, Raymond Tara dalam penjelasannya menyampaikan, acara sekaligus untuk melakukan refleksi dan perenungan para kader PDI Perjuangan sebagai penerus cita dan perjuangan Bung Karno.

Apalagi, lanjut pria yang akrab disapa Tara ini, pada bulan Juni setidaknya ada tiga peristiwa sejarah yang berkaitan langsung dengan Bung Karno.

Pertama, 1 Juni 1945. Bung Karno dalam pidatonya pada sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) menjelaskan 5 dasar negara yang ia namakan Pancasila.

Dari pidato Bung Karno tersebut, kemudian dilanjutkan pada sidang berikutnya pada 22 Juni 1945.  Hingga akhirnya, dasar negara yang  bersumber dari pidato Bung Karno ditetapkan pada 18 Agustus 1945 dengan susunan sila-sila seperti saat sekarang.

Dari rangkaian peristiwa itu sehingga saban 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

“Ini menjadi renungan bersama kita semua, para kader, sejauh mana kita menerapkan Pancasila dalam tugas sebagai legislatif, sebagai kader partai. Bahkan sebagai pribadi-pribadi, sejauh mana kita ber-Pancasila,” kata Tara.

Peristiwa penting lainnya, kedua, 6 Juni 1901, yakni lahirnya Bung Karno. Sang proklamator kemerdekaan RI itu lahir di sebuah rumah kontrakan di Gang Pandean IV Surabaya.

“Bung Karno seperti kita semua, dari wong cilik. Lahirnya saja di rumah kontrakan di gang sempit. Meski begitu, perjuangannya bagi bangsa dan negara sangat luar biasa,” katanya.

baca juga: Di Tulungagung, Bocah Sukarno Diajari Sarinah Ihwal Mencintai Rakyat Kecil

Ketiga, 21 Juni 1970. Pada waktu itu Bung Karno menghembuskan nafas terakhirnya di Jakartaa dan dimakamkan di Blitar.

“Peristiwa-peristiwa penting tersebut menjadi pengingat dan penyemangat kita semua, kader PDI Perjuangan untuk meneruskan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai nilai-nilai terkandung dalam Pancasila,” pungkas Tara. (nia/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Deni: PDI Perjuangan Memberi Anak Muda Ruang dan Tanggung Jawab Berjuang Bersama

PONOROGO – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengingatkan kader PDI Perjuangan untuk tidak ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Ponorogo Perkuat Kaderisasi dan Regenerasi Kepemimpinan

PONOROGO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo menggelar Musyawarah Anak Cabang ...
HEADLINE

Kecerdasan AI Jadi Bahasan Penting DPD saat Lantik PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Jombang

JOMBANG – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian ...
KRONIK

Sadarestuwati Sebut PDIP Penyeimbang Tunggal, Soroti Rupiah Rp18.000 dan Ancaman Impor Pangan

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI sekaligus Ketua Bidang Pertanian dan Pangan DPP PDI Perjuangan, Hj. ...
KABAR CABANG

Targetkan 14 Kursi pada Pemilu 2029, PDIP Jombang Wajibkan Anggota Dewan Turun ke Ranting 4 Kali Sebulan

JOMBANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang, Sumrambah, mematok target ambisius bagi partainya untuk meraih 14 kursi ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Penerapan Smart Lighting pada 10.000 Titik PJU Baru di Surabaya

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Dishub memperluas penerapan smart lighting pada program ...