Rabu
04 November 2026 | 5 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma Minta Relawan SayaSurabaya jadi Gerakan Perubahan

pdip-jatim-whisnu-290520

SURABAYA – Cawali Tri Rismaharini berharap Relawan SayaSurabaya menjadi sebuah gerakan yang mampu mengubah Kota Pahlawan jauh lebih baik ketimbang sebelumnya. Tidak sekadar sebagai sebuah gerakan untuk mencintai Kota Surabaya.

“Saya berharap gerakan ini juga bisa mengubah Kota Surabaya menjadi lebih baik lagi,” kata Risma, di acara Launcing Relawan SayaSurabaya yang digelar di Jalan Karah Indah II blok L, Surabaya, Sabtu (17/10/2015).

Gerakan Relawan SayaSurabaya, jelas Risma, sangat diperlukan saat ini, terlebih menjelang kompetisi global, seperti MEA. Di bidang ekonomi, lanjutnya, gerakan ini juga dibutuhkan agar masyarakat Surabaya menjadi tuan dan nyonya di negeri dan kotanya sendiri.

Surabaya, sebut Risma, saat ini sebagai kota terbesar kedua di Indonesia yang menjadi barometer perekonomian kerakyatan. Lewat usaha kecil menengah (UKM) yang saat ini berkembang pesat di Surabaya, Risma merasa perlu adanya pemikiran “from lokal to global” untuk dapat bertahan dari kompetisi global, terutama di bidang ekonomi.

“Karena yang saya takutkan adalah kedepan penjajahan yang dilakukan bukan lagi penjajahan secara fisik seperti yang dilakukan sebelum kita merdeka. Melainkan penjajahan yang dilakukan adalah secara ekonomi. Karena itu, masyarakat Surabaya harus mampu mandiri dan bertahan terhadap serangan ekonomi global,” ajak calon wali kota yang diusung PDI Perjuangan di Pilkada 2015 tersebut.

Oleh karena itulah, tambah dia, masyarakat Surabaya perlu berkembang dan maju sumber daya manusia-nya, dalam arti berkembang secara soft skill. “Selain itu, kita harus mulai mendorong jiwa nasionalisme. Salah satunya adalah mencintai dan mengonsumsi produk-produk lokal,” papar wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Untuk menjadi bangsa yang mandiri, terang Risma, masyarakat harus dapat mencukupi kebutuhan pokoknya. Seperti sandang dan pangan. “Saat ini, Surabaya telah memiliki para pelaku UKM yang dapat memproduksi sandang, yang berarti pakaian, dan pangan berarti makanan,” urai dia.

Pada Desember 2014, imbuh Risma, data BPS mencatat, nilai ekspor Indonesia mencapai 14,62 miliar dolar AS, atau mengalami peningkatan sebesar 7,38 persen dibanding ekspor November 2014. Namun yang menarik, angka cadangan devisa yang dimiliki Indonesia hanya itu-itu saja.

“Ternyata, hal ini disebabkan banyak pengusaha Indonesia yang menginvestasikan uangnya ke luar negeri,” ulas cawali yang berpasangan dengan cawawali Whisnu Sakti Buana di pilkada yang digelar 9 Desember depan itu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Agus Wicaksono Buka KLIK DALAK di Lumajang, Tegaskan Investasi Harus Berdampak bagi Masyarakat

LUMAJANG – Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Agus Wicaksono, secara resmi membuka kegiatan Klinik ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Siapkan Intervensi Ekonomi di Kawasan Rawan Narkoba Surabaya

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan intervensi ekonomi dan pemberdayaan UMKM di kawasan rawan ...
LEGISLATIF

Polemik Jam Operasional Pasar Buah Tanjungsari, Syaifuddin Zuhri Buka Peluang Revisi Perda

SURABAYA – Polemik pembatasan jam operasional Pasar Buah Tanjungsari mendorong DPRD Surabaya membuka peluang revisi ...
KRONIK

Kemiskinan Banyuwangi Terus Menyusut, 5 Tahun Turun dari 8,07 Jadi 5,6 Persen

BANYUWANGI – Upaya penanggulangan kemiskinan yang menjadi salah satu prioritas Bupati Banyuwangi, Ipuk ...
LEGISLATIF

Reses di Purwodadi, Eko Herdiyanto Soroti Kebutuhan Pompa Air untuk Atasi Banjir

MALANG – Kebutuhan pompa air untuk mengatasi genangan banjir di Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, menjadi ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Pemuda Trenggalek Produksi Film untuk Angkat Potensi 157 Desa Kreatif

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan kreativitas ...