Rabu
14 Oktober 2026 | 8 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita: Peran Perempuan Tak Bisa Lagi Hanya Berkutat Pada Sumur, Dapur dan Kasur

pdip-jatim-230401-novita

TRENGGALEK – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, SE, berharap kaum perempuan diberi kesempatan dalam hal kepemimpinan.

Menurutnya, kesempatan itu bukan berarti untuk bersaing dengan kaum laki-laki, melainkan memberikan ruang bagi perempuan untuk bisa berdaya.

Penggiat perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan ini meyakini, bila perempuan bisa berdaya maka akan mampu mengangkat harkat dan martabat keluarga.

Dia menyebut, populasi perempuan di Indonesia sebanyak 133,54 juta orang, atau 49,42 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

“Ini merupakan potensi besar untuk bisa melawan krisis yang tengah kita hadapi. Caranya bagaimana, tentunya dengan memberikan mereka ruang atau kesempatan,” ujar Novita, dalam kesempatan Safari Ramadan di Desa Joho, Kecamatan Pule pada Rabu (29/3/2023).

Istri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ini menyebutkan, peran perempuan tidak bisa lagi hanya berkutat pada sumur, dapur dan kasur.

Ibunda Siti Khadijah, ungkapnya, sudah diakui oleh Rasulullah Muhammad SAW untuk membantu mengajarkan nilai-nilai kebaikan untuk keluarga maupun agama.

Dia menambahkan, perempuan harus dipintarkan, diberikan kesempatan yang sama. Kalau ada informasi langsung didistribusikan.

Apalagi, di Kabupaten Trenggalek banyak program pemberdayaan dalam rangka mengentaskan kemiskinan, seperti mencetak 5 ribu pengusaha perempuan baru. “Masyarakat di desa bisa meminta pendampingan mulai UMKM, pertanian dan yang lainnya ke kita,” ujarnya.

“Ayo kita bersama-sama menguatkan perekonomian kita dengan UMKM yang andal dan mampu naik kelas bersama,” sambung Novita.

Perempuan yang juga menjabat Bendahara Taruna Merah Putih (TMP) Jawa Timur itu pun mengatakan, bila ingin menciptakan generasi yang berkualitas, maka perlu untuk mencegah terjadinya perkawinan anak.

Dengan alasan apapun, imbuhnya, pernikahan anak harus bisa di cegah, karena pernikahan anak menjadi salah satu pemicu bayi stunting. Terkait itu, dalam setiap kesempatan Pemkab Trenggalek selalu mengampanyekan stop perkawinan anak. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Nur Hakim PDIP Distribusikan Air Bersih

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bangkalan, Nur Hakim, menyalurkan bantuan air bersih pada ...
KRONIK

Dugaan Pungli Lahan Perhutanan Sosial, DPRD Jember Minta Dinas Kehutanan Jatim Buka Data KHDPK

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Candra Ary Fianto, meminta Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur membuka ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Beri Catatan atas Alokasi Belanja di APBD 2027

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep memberikan sejumlah catatan terhadap rancangan APBD 2027, ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Trenggalek Rawat Toleransi untuk Perkuat Pembangunan Daerah

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Trenggalek terus memupuk toleransi dan ...
SEMENTARA ITU...

Sanusi Dorong TMMD Berlanjut Tiap Tahun, Pemerataan Infrastruktur Desa Jadi Prioritas

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi mendorong program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus berlanjut setiap tahun ...
LEGISLATIF

Sri Untari Dukung Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis, Kompetensi Siswa Harus Terukur

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menyambut positif wacana penghapusan sistem kenaikan ...