Minggu
19 Juli 2026 | 11 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Indah Kurnia Ajak Para Kades di Sidoarjo Maksimalkan Perannya dalam Pengendalian Inflasi Pangan

IMG-20230309-WA0008_copy_600x338

SIDOARJO – Anggota Komisi Xl DPR RI, Indah Kurniawati mengajak para kepala desa untuk melakukan tindakan nyata dalam mengatasi inflasi atau kenaikan harga pangan.

Ajakan disampaikan wakil rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan itu dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Identifikasi Potensi Perekonomian Daerah Untuk Menghadapi Inflasi bersama puluhan kepala desa se-Sidoarjo di Fave Hotel Sidoarjo, Rabu (8/3/2023).

Kepala desa yang menjadi ujung tombak dalam pemerintahan dan berhadapan langsung dengan masyarakat, bisa ikut berperan dalam menekan angka inflasi terutama dalam hal pangan.

Menurut Indah Kurnia, Jawa Timur merupakan penyumbang perekonomian nasional ke dua terbesar setelah DKI Jakarta. Sehingga, jika ibu kota negara pindah ke Kalimantan Timur, Indah menilai Jawa timur siap menjadi kontributor penyumbang nomor satu perekonomian nasional.
 
“Kelebihan Jawa Timur sektornya bermacam-macam. Beragam pariwisata, pertanian dan perdagangan, artinya banyak sumber pertumbuhan ekonomi yang ada di Jawa Timur,” katanya.

“Tipikal masyarakat Jawa Timur termasuk pemangku kepentingan, stakeholder-nya itu semuanya terbuka dan mampu berkolaborasi dengan efektif,” imbuh wakil rakyat dari daerah pemilihan Surabaya dan Sidoarjo ini.

Indah juga mengapresiasi para kepala desa yang hadir dengan sebutan kepala desa yang KEREN. Yakni kependekan dari
Kompeten, Ejael – prigel yang artinya tidak malas atau gesit, Tanggap, Rasional, Empati dan Nasionalis.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto.

Dalam paparannya, ia menjelaskan mengenai beberapa kebutuhan pokok yang seringkali mengalami inflasi terutama dalam momen Ramadhan mendatang. Semisal  gula dan telur. Hal itu disebabkan karena permintaan melonjak drastis.

Pengendalian Inflasi di Desa

Narsumber lain yang bergabung secara zoom adalah Paring Waluyo Utomo, dari Direktorat Perekonomian DPP PDI Perjuangan.

Paring menjelaskan, ada 8 agenda pengendalian inflasi di desa. Satu, penyediaan data dan informasi hasil produksi dan harga komoditas di desa terutama pangan. Dua, produksi komoditas dari dalam desa, terutama pangan dan energi.

Tiga adalah kegiatan ekonomi terpadu mulai dari pasokan bahan baku, proses produksi, konsumsi, serta daur ulang limbah untuk kebutuhan energi. Empat,  pengelolaan ketersediaan komoditas di desa terutama pangan dan energi. Lima, bantuan kepada kelompok pengelola usaha tani dan nelayan.

Enam, bantuan kepada unit usaha angkutan bahan pangan pada BumDesa. Tujuh, penyiapan dan pengembangan pusat logostik di desa. Delapan, perdagangan online secara terbatas di dalam desa atau kerjasama antar desa. (hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Pemkab Kedepankan Pembinaan Pelaku Usaha Mikro Ketimbang Sanksi

Anggota DPRD Jember Suharto meminta Pemkab Jember mengedepankan pembinaan kepada pelaku usaha mikro dibanding ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Hilirisasi Kopi, Petani Harus Nikmati Nilai Tambah Ekonomi

Anggota Komisi B DPRD Jatim Erma Susanti mendorong hilirisasi kopi di Blitar. Petani dan generasi muda diminta ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang: Koperasi Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menegaskan penguatan koperasi harus menjadi agenda bersama untuk memperkokoh ...
KABAR CABANG

Menumbuhkan Spirit Gotong Royong Melalui Turnamen Voli Piala Kades Sumbersuko, Lumajang

LUMAJANG – Lapangan Voli Brajamusti di Desa Sumbersuko, Lumajang, menjadi saksi riuh rendahnya ratusan warga yang ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Car Free Day Surabaya Harus Bebas Pungli

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan kawasan Car Free Day harus bebas dari pungutan liar. Pemkot menggandeng ...
KRONIK

Rano Karno: Si Doel, Kudatuli, dan Utang Demokrasi yang Tak Boleh Dilupakan

Dalam peringatan 30 tahun Kudatuli, Rano Karno menyebut perjalanan politiknya tak lepas dari perjuangan para korban ...