Sabtu
18 Juli 2026 | 8 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita Hardini: Cita-cita Kita, 2023 Tidak Ada Lagi Pernikahan Anak

pdip-jatim-221123-novita-1

TRENGGALEK – Peringati Hari Ibu tahun 2022, Ketua TP PKK Trenggalek Novita Hardini mengajak seluruh organisasi wanita berkomitmen stop pernikahan anak. Cita-cita besar Pemerintah Kabupaten Trenggalek, tahun 2023 nanti bisa 0 (nol) pernikahan anak.

Menurut Novita, cita-cita ini harus mendapat dukungan semua pihak. Atas komitmen ini, istri Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek, Mochamad Nur Arifin tersebut mencoba menggerakkan peran perempuan.

“Hari ini peringatan hari Ibu yang dimajukan. Seharusnya pada 22 Desember namun dimajukan pada 21 November. Kapanpun peringatannya sebenarnya bisa dilakukan, tidak perlu setahun sekali untuk memperingati esensi ibu bagi pembangunan bangsa,” ungkap Novita, di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (21/11/2022).

“Saya harap hari ini menjadi pengingat dan pelecut semangat bersama esensi kita sebagai perempuan adalah ibu bagi bangsa,” sambungnya.

Inisiator Sepeda Keren (Sekolah Perempuan Anak Disabilitas dan Kelompok Rentan) ini mengajak organisasi perempuan dan stake holder terkait, bisa mengubah paradigma, cara berfikir.

Menurutnya, anak tidak bisa dimarahi dan dilarang dengan alasan masih kecil belum siap nikah. Pasalnya semua anak tidak mau dirinya dikatakan masih kecil.

“Gunakan pendekatan lain, beri penjelasan mengenai tanggung jawab setelah menikah sehingga mereka sadar sudah siap atau belum untuk menikah,” tutur Novita.

“Kita secara bersama-sama, lintas sektor, lintas organisasi wanita yang ada di Kabupaten Trenggalek untuk mencapai target untuk desa nol (0) perkawinan anak. Jadi setiap desa berkomitmen, cita cita kita 2023 tidak ada lagi pernikahan di usia anak,” imbuhnya.

Dalam peringatan Hari Ibu yang bertepatan dengan hari lahirnya itu, Novita Hardini juga meresmikan ruang laktasi di area Pendopo Manggala Praja Nugraha. “Saya senang akhirnya ada ruang laktasi di Pendopo Manggala Praja Nugraha,” ungkap Novita.

Ke depan, dia ingin ruang tersebut tidak sekadar menjadi ruang laktasi, namun bisa menjadi ruang penitipan anak.

Bagi perempuan yang memiliki anak dan diharuskan untuk bekerja ke pendopo, kata Novita, anaknya bisa dititipkan dan akan dijaga oleh suster atau tenaga kesehatan yang memang sudah berkompeten untuk diberikan amanah untuk menjaga anak yang ibunya sedang bekerja.

“Harapan saya itu,” tutup Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek tersebut. (man/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Kawal Penjaringan Ketua Ranting dan Anak Ranting, PDI Perjuangan Trenggalek Kerahkan Anggota DPRD

PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek mengerahkan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD untuk mengawal penjaringan ketua ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Godok Raperda Pencegahan LGBT, Tekankan Edukasi dan Larangan Aksi Main Hakim Sendiri

DPRD Kota Malang mulai menggodok Raperda Pencegahan LGBT yang menitikberatkan pada edukasi, pencegahan, ...
KRONIK

Sekarkijang Creative Fest, Wadah UMKM Banyuwangi Naik Kelas

BANYUWANGI – Sekarkijang Creative Fest (SCF) 2026 menjadi salah satu rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang ...
KRONIK

Eri Cahyadi Yakin Soekarno Cup 2026 Lahirkan Talenta Baru Sepak Bola Indonesia

Ketua Panitia Pelaksana Soekarno Cup 2026 Eri Cahyadi optimistis turnamen sepak bola usia muda ini menjadi wadah ...
SEMENTARA ITU...

255 Keris Dipamerkan pada Hari Jadi ke-668 Ngawi

NGAWI – Sebanyak 255 bilah keris dari berbagai penjuru Kabupaten Ngawi dipamerkan dalam Pagelaran Tosan Aji yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Siapkan Tenaga Kerja Kompeten, Program Magang Jepang Jadi Andalan

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau pelatihan kerja berbasis kompetensi di BLK Bogo sebagai upaya ...