Senin
19 Oktober 2026 | 5 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jadi Pemateri Pendidikan Kader Perempuan, Ini Pesan Sri Rahayu

pdip-jatim-221213-sri-perempuan-1

BATU – Ketua DPP PDI Perjuangan Sri Rahayu mengatakan, untuk memperjuangkan berbagai program serta kebijakan yang pro-gender, harus dilakukan kaum perempuan sendiri.

“Itu semua harus dimulai dari dalam diri seluruh kader perempuan PDI Perjuangan untuk berani memperjuangkan hak tersebut,” kata Sri Rahayu, saat menjadi pemateri Pendidikan Kader Perempuan, di Wisma Perjuangan DPD Perjuangan Jawa Timur, Oro-oro Ombo, Kota Batu, Minggu (13/11/2022).

Dia juga menyampaikan, sang proklamator Bung Karno pernah mengatakan kemerdekaan adalah sebuah jembatan emas. “Jembatan emas kemerdekaan sudah dibangun, tinggal bagaimana kita mengisi kemerdekaan itu,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengisi era kemerdekaan, anggota Komisi V DPR RI tersebut minta kader-kader perempuan PDI Perjuangan setelah pendidikan ini tidak hanya tinggal diam ketika menemukan fenomena sosial yang tidak responsif atau tidak memiliki keberpihakan kepada kaum perempuan.

“Tugas dari kawan-kawan seperjuangan setelah ini turun di daerahnya masing-masing. Saat saya turun ke daerah, saya selalu menekankan bahwa program stunting sangat penting untuk dientaskan,” kata Sri Rahayu.

“Kalau kita sudah masuk di sini (PDI Perjuangan, Red), jangan setengah-setengah. Rasa yang masih setengah-setengah hilangkan, kita harus yakin, kita harus seutuhnya berjuang untuk kepentingan PDI Perjuangan yang berdampak kepada kita (Kaum Perempuan, Red),” tuturnya.

Menurutnya, termasuk bagaimana menyadarkan masyarakat tentang pentingnya keterlibatan perempuan di dalam masyarakat. Agar kaum laki-laki dan perempuan secara bersama-sama bergotong-royong mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia, menuju masyarakat adil dan makmur.

Di dalam Buku Sarinah, sebut legislator DPR RI dari dapil 6 Jatim ini, Bung Karno menceritakan mengenai kontribusi kaum perempuan dalam peradaban umat manusia.

Bagaimana perempuan di zaman dahulu berkontribusi dalam menciptakan berbagai sistem tradisi yang masih eksis sampai dengan zaman modern.

Seperti sistem pertanian, peternakan, bahkan hukum merupakan produk tradisi masyarakat yang dicentuskan oleh kaum perempuan. Maka tidak mengherankan apabila perempuan disebut sebagai tiang negara.

Hal itu, imbuhnya, dimulai dari berbagai langkah kecil, yang bisa dimulai dari tingkatan keluarga.

“Setelah diklat ini, akan ada 93 perempuan yang bisa bekerja sama dengan keluarganya. Yang akan menghasilkan keluarga yang demokratis, yang akan menghasilkan generasi muda yang demokratis dan berani,” katanya. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sonny Jadi DJ Senam Tempo Disko Kaliboyo, Warga Antusias Tebus Sembako Murah

BANYUWANGI – Suasana Minggu pagi di Kaliboyo, Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, berlangsung meriah. Warga ...
KRONIK

DPRD Kabupaten Sumenep Peringati Hari Parlemen 2026 dengan Jalan Sehat Politik

SUMENEP – DPRD Kabupaten Sumenep menggelar Jalan Sehat Politik dalam rangka Hari Parlemen 2026 di area Taman Bunga ...
KRONIK

Maskina, Seragam Partai, dan Bantuan Modal dari Said Abdullah

SUMENEP – Maskina, kader PDI Perjuangan asal Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, menerima ...
LEGISLATIF

Karhutla Meluas di Sejumlah Gunung Jatim, Sri Untari Dorong Penanganan Terpadu

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong penguatan penanganan kebakaran hutan dan ...
BERITA TERKINI

Saifudin Zuhri Dorong Perwali Wajibkan Pertunjukan Seni Lokal di Sektor Pariwisata Batu

BATU – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Saifudin Zuhri mendorong Pemerintah Kota Batu menerbitkan Peraturan Wali ...
KRONIK

Ribuan Pelari Meriahkan Bangkalan Run, Bupati Lukman: Peluang Gerakkan Ekonomi Masyarakat

BANGKALAN – Ribuan pelari dari berbagai daerah memeriahkan Bangkalan Run 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi ...