Rabu
23 September 2026 | 7 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kampanye Bangga Buatan Indonesia, Banyuwangi Gelar Fashion On Pedestrian

PDIP-Jatim-Fashion-On-Pedestrian-Banyuwangi-02102022

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar peragaan busana batik di sebuah pedestrian di areal creative space Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan, Jumat (30/9/2022) sore. Ajang tersebut menjadi wadah kreativitas para model dan desainer anak-anak muda Banyuwangi, sekaligus mengampanyekan “Bangga Buatan Indonesia”.

Di ajang Fashion on Pedestrian yang merupakan rangkaian event Banyuwangi Batik Festival (BBF), terlihat 100 model dari kategori anak-anak hingga dewasa melenggang di trotoar creative space areal RTH Taman Blambangan yang disulap menjadi catwalk. Dengan luwes mereka memeragakan aneka busana batik dengan motif sisik.

Para model ini membawakan busana batik hasil desain sendiri maupun hasil kolaborasi dengan desainer lokal. Tema busana yang disajikan mulai kasual, busana pesta, hingga busana kerja.

Saat pertunjukkan dimulai, para model lokal ini tampil layaknya model profesional. Dimulai dengan kategori anak, beragam busana batik kasual dengan warna-warna cerah pun mendominasi.

Berlanjut kategori remaja yang membawakan busana pesta, kain batik berhasil disulap menjadi aneka busana yang berkesan elegan dan mewah. Dilanjutkan parade busana kerja yang dibawakan oleh kategori dewasa yang tampil dengan desain busana yang lebih formal. Ajang ini lalu ditutup dengan parade puluhan model bertubuh oversize yang mempergakan busana pesta kategori dewasa.

“Ini adalah cara untuk mendukung industri sektor kreatif, khususnya batik, di Banyuwangi. Ajang semacam ini akan terus kita gelar sebagai salah satu pendorong pemulihan ekonomi,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat membuka acara.

Event Banyuwangi Batik on Pedestrian digelar rutin tiap tahun sejak 2013 sebagai rangkaian kegiatan event Banyuwangi Batik Festival (BBF). Setelah sempat terhenti dua tahun karena pandemi Covid-19, parade fesyen batik di trotoar ini kembali digelar tahun ini.

“Lewat ajang ini, kami berharap para perajin batik lokal kembali bergeliat. Kembali berkreasi setwlah stagnan karena pandemi, dan tentunya pesanan kain batiknya juga kembali pulih,” jelas Bupati Ipuk.

Politisi PDI Perjuangan itu juga menjelaskan, BBF juga menjadi wadah kreativitas anak-anak muda daerah yang memiliki passion di bidang fesyen, khususnya batik. Selain itu, juga sebagai sarana mengkampanyekan produk lokal.

“Ini sesuai arahan Presiden Jokowi agar kita semua bangga menggunakan produk dalam negeri. Mari kita durung program Bangga Buatan Indonesia,” terangnya.

“Kami yakin dengan terus memberikan panggung seperti ini akan mampu memunculkan bibit-bibit desainer potensial daerah. Selain itu, ini juga cara menumbuhkan kecintaan anak-anak muda pada kain batik yang merupakan warisan budaya bangsa,” tambah Bupati Ipuk.

Ajang tersebut mendapat sambutan yang antusias dari para peserta. Salah satunya, Aliena Miesha dari SMA 2 Taruna Bhayangkara, Genteng. Dalam kesempatan ini Aliena memperagakan busana pesta yang dia rancang sendiri bersama sang ibunda.

“Senang bisa ikut lagi. Dulu pernah ikut, lalu vakum karena pandemi. Ini kesempatan menyalurkan passion saya,” kata Aliena.

Sambutan positif juga diberikan oleh desainer Philip Iswardono, yang beberapa kali terlibat dalam Banyuwangi Batik on Pedestrian. Menurutnya, gelaran fesyen di Banyuwangi tahun ini mengalami peningkatan kualitas.

“Kreativitas peserta sudah semakin baik. Hanya perlu sedikit pendampingan agar mereka lebih memahami tema. Misalnya, konsep yang benar untuk busana pesta itu seperti apa, sehingga desain mereka bisa benar-benar diterima pasar,” tandasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Sri Untari Dorong Lintas Sektor Cegah Kenakalan Remaja, Guru BK Disiapkan Wadah Aman

MALANG — Pencegahan kenakalan remaja dinilai tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Anggota Komisi E DPRD Jawa ...
BERITA TERKINI

557.868 Ton Pupuk Bersubsidi Belum Tersalur, Renny Dorong Pengawasan dengan Lima Ukuran

SURABAYA — Sebanyak 557.868,9 ton atau 26,36 persen pupuk bersubsidi dari total alokasi 2.115.951 ton di Jawa Timur ...
LEGISLATIF

Eddy Paripurna Desak Bongkar Aktor di Balik Peredaran 1.048 Ton Udang Impor

SURABAYA — Peredaran 1.048 ton udang impor yang diduga tidak sesuai peruntukan di sejumlah wilayah Jawa Timur ...
BERITA TERKINI

Mulai Oktober, Eri Cahyadi Instruksikan ASN Pemkot Surabaya Bertugas di Balai RW

SURABAYA — Wali Kota Eri Cahyadi menginstruksikan mulai Oktober 2026 seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Targetkan 3–5 Sekolah Tiap Wilayah Dapil 7 Miliki Marching Band

Guntur Wahono menargetkan setiap wilayah di Dapil 7 Jatim memiliki 3–5 sekolah dengan fasilitas marching band dan ...
SEMENTARA ITU...

Doding Dorong Wisata Alam Pegunungan Trenggalek Dipadu Kuliner

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mendorong pengembangan wisata alam pegunungan yang dipadukan kuliner untuk ...